Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Dinkes Papua sudah bentuk tim atasi kesehatan di Korowai
  • Rabu, 22 Maret 2017 — 13:09
  • 914x views

Dinkes Papua sudah bentuk tim atasi kesehatan di Korowai

“Memang kami sudah tahu di Korowai sudah berdiri Puskesmas Pembatu (Pustu) namun tidak ada tenaga medis yang bertugas, untuk itu kami sudah membentuk tim dan dalam waktu dekat akan turun ke wilayah tersebut,” katanya.
Kadinkes Papua drg. Aloysius Giyai saat jumpa pers baru-baru ini – Jubi/Roy Ratumakin.  
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua drg. Aloysius Giyai mengatakan, Dinkes Papua sudah membentuk tim khusus untuk turun langsung ke wilayah Korowai untuk memberikan pelayanan kesehatan.

Giyai menyampaikan hal itu ketika dikonfirmasi Jubi Selasa (21/3/2017) terkait aksi keprihatinan mahasiswa di Papua terhadap nasib masyarakat Korowai yang kurang mendapat pelayanan kesehatan dan pendidikan.
 
“Memang kami sudah tahu di Korowai sudah berdiri Puskesmas Pembatu (Pustu) namun tidak ada tenaga medis yang bertugas, untuk itu kami sudah membentuk tim dan dalam waktu dekat akan turun ke wilayah tersebut,” katanya.
 
Menurut Giyai, seharusnya Dinas Kesehatan di kabupaten secara intensif melaporkan ke Dinkes Provinsi Papua sehingga pelayanan kesehatan bisa tercapai di seluruh Papua.
 
“Tetapi kami tidak menunggu, sudah ada dana untuk penanganan di wilayah tersebut, tentu kami juga berkoordinasi dengan dinas kesehatan setempat,” ujarnya.
 
Ia berharap kepada empat kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Korowai seperti Kabupaten Asmat, Boven Digoel, Yahukimo, dan Pengunungan Bintang untuk tidak tinggal diam melihat masyarakat Korowai mengalami krisis kesehatan.
 
“Saya harap pemerintah kabupaten-kabupaten yang berbatasan langsung dengan wilayah Korowai agar tidak menggantung, harus secara administrasi wilayah Korowai masuk di wilayah pelayanan mana, ini yang harus jelas sehingga masyarakat Korowai tidak mengambang di tengah-tengah, tetapi betul-betul fokus untuk memberikan pelayanan kesehatan,” katanya.
 
Giyai mencontohkan Kampung Mumugu di Kabupaten Asmat kini sudah menjadi kampung modern, padahal menurutnya dulunya kocar-kacir. Itu karena pihaknya fokus memberikan pelayanan ada dilakukan sinergi antara Dinkes Kabupaten Asmat, Dinkes Provinsi Papua, dan Gereja Katolik setempat untuk membangun kampung tersebut.
 
“Dulu di kampung tersebut pengidap penyakit kusta 99 persen, kini hanya 23 persen, mereka kini hidup sebagaimana manusia lainnya dan belenggu penyakit ini sudah kami atasi,” ujarnya.

Sebelumnya, Bendara Umum Komunitas Pelajar Mahasiswa Yahukimo (KPMY) Bekinus Yando mengatakan, sangat prihatin dengan kondisi kesehatan di daerah Korowai karena tidak ada pelayanan kesehatan di sana. (*)

loading...

Sebelumnya

Galang dana, TPKP Rimba kumpulkan lebih Rp5 juta

Selanjutnya

Perubahan OPD penyebab RSUD Jayapura turun "kelas"

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe