Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Pertengahan April, Tim DPRP turun ke Nifasi
  • Rabu, 22 Maret 2017 — 15:03
  • 1528x views

Pertengahan April, Tim DPRP turun ke Nifasi

“Hasil pertemuan tadi, DPR Papua berjanji pertengahan April ini mereka akan turun ke Nifasi,” kata Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki usai bertemu dengan pihak DPR Papua di Jayapura kepada wartawan, Selasa (21/3/2017).
Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki (dua dari kiri) didampingi masyarakat adat Kampung Nifasi saat memberikan keterangan pers kepada wartawan – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Masyarakat adat suku Wate sebagai pemilik hak ulayat di Kali Musairo, Kampung Nifasi, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire kembali mendatangi Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) untuk meminta para wakil rakyat tersebut segera turun ke wilayah mereka terkait sengketa lahan yang diperebutkan antara PT. Tunas Anugerah Papua (TAP) dan PT. Kristalin Eka Lestari (KEL).

“Hasil pertemuan tadi, DPR Papua berjanji pertengahan April ini mereka akan turun ke Nifasi,” kata Kepala Suku Besar Wate, Alex Raiki usai bertemu dengan pihak DPR Papua di Jayapura kepada wartawan, Selasa (21/3/2017).

Guna menyelesaikan permasalahannya, pihaknya membawa persoalan ini ke DPR RI. Oleh DPR RI disarankan agar Masyarakat Nifasi menyerahkan ke DPRD Nabire, namun pansus yang dibentuk yang mengeluarkan rekomendasi apapun.

“Jadi kami bawa ke DPR Papua dengan harapan DPR Papua bisa membentuk Pansus untuk kasus yang kami hadapi,” jelasnya.

PT KEL Kristalis Ekalestari pada 2007 lalu pernah melakukan eksplorasi di wilayah Makimi. Namun hanya sebentar karena tidak menghasilkan emas. Setelah perginya PT KEL, PT TAP masuk,namun di wilayah Nafisa. PT TAP memperoleh cukup keuantungan di wilayah ini.

“PT Tunas Anugerah Papua yang merupakan hoalding company masuk dan melakukan eksplorasi dengan pola bagi hasil dengan masyarakat setempat,” kata Sekertaris Badan Musyawarah Adat Kabupaten Nabire, Ellon Raiki.

Persoalan ini muncul setelah PT KEL kembali datang lagi dan ingin mengelola lahan PT TAP. Kedatangannya membawa 35 oknum TNI lalu membuat pos di sana.

“Masyarakat adat sering kali mendapat intimidasi.Hal ini kami meminta bantuan kepada pemerintah maupun wakil rakyat. Namun hingga kini belum ada penyelesaiannya,” kata Pemilik ulayat adat Kampung Nifasi, Otis Money. (*)

loading...

Sebelumnya

Pendukung “Tofan” mengadu ke Ombudsman

Selanjutnya

Distrik Yaur terdepan laksanakan Musrembang

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe