Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Dinas kerja sama berbagai pihak kurangi kekerasan ibu dan anak
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 09:08
  • 732x views

Dinas kerja sama berbagai pihak kurangi kekerasan ibu dan anak

“Dari 24 kasus kekerasan ini, KDRT 6 kasus, penganiayaan atau pengeroyokan perempuan dan perempuan 8 kasus, persetubuhan anak di bawah umur 8 kasus dan pencobahan pemerkosaan 2 kasus. Kasus-kasus ini sedang dalam proses (penyelesaian),” katanya. 
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Maria Bano – Jubi/ jayapurakab.go.id  
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Maria Bano mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengurangi kekerasan terhadap ibu dan anak. 

“Selain bekerja sama dengan polres, kita juga beberja sama dengan kepala adat,sesepuh yang ada di Kabupaten Jayapura dan LSM peduli perempuan, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia Untuk Keadilan (LBH APIK), Lembaga Pemberdayaan, Pengkajian Perempuan & Anak Papua (LP3AP) untuk ditindaklanjuti sampai ke tingkat hukum,” katanya kepada Jubi di Sentani, Selasa (22/3/2017). 

Ia mengatakan kekerasan terhadap perempuan dan anak tahun ini sebanyak 24 kasus. Kekerasan itu meliputi kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), penelantaran anak, percobaan pemerkosaan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. 

“Dari 24 kasus kekerasan ini, KDRT 6 kasus, penganiayaan atau pengeroyokan perempuan dan perempuan 8 kasus, persetubuhan anak di bawah umur 8 kasus dan pencobahan pemerkosaan 2 kasus. Kasus-kasus ini sedang dalam proses (penyelesaian),” katanya. 

Jumlah ini meningkat dibandingkan tahun lalu yang hanya ditemukan 16 kekerasan terhadap ibu dan anak. 

Pihaknya pun melakukan sosialisasi, baik melalui radio maupun media lainnya untuk mengurangi kekerasan terhadap ibu dan anak di lingkungan keluarga. 

“Ketika dia datang melapor berarti dia sudah mendengar sosialisasi, baik yang di sampaikan melalui radio di kabupaten dan provinsi dan kepolisian tentang kekerasan dalam rumah tangga. Dari kami di sini itu kita tangani yang datang melapor di sini itu yang kita tangani  tidak memaksa ibu mau kemana atau bapak mau kemana,” katanya. 

Ia meminta korban dan pelaku kekerasan ibu dan anak menyelesaikan terlebih dahulu di kepolisian. 

“Dan kita minta harus isi formulir yang kami punya untuk mengambil biodata, kenapa sampai terjadi kekerasan terhadap anak, ibu atau bapak. Itu yang kami lakukan,” katanya. 

 “Penanganannya mereka datang melapor. Kalau kabid atau staf belum ada saya bilang mereka di saya saja dulu, sambil menungu kabid datang dan harus diisi formulir biodata itu, karena hasilnya nanti kita kirim selain ke provinsi kita kirim juga ke kementrian untuk laporan KDRT ini,” lanjutnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Penangkapan terduga pungli di SMPN 2 dinilai berlebihan

Selanjutnya

Distrik Sentani alokasikan anggaran khusus penanganan kesehatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe