PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ada hubungan keluarga, Ketua KPU Papua tidak terlibat supervisi Pilkada Yapen
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 10:30
  • 831x views

Ada hubungan keluarga, Ketua KPU Papua tidak terlibat supervisi Pilkada Yapen

Dia menjelaskan, untuk itu KPU RI meminta, Ketua KPU Provinsi Papua tidak boleh dilibatkan dalam supervisi atau pengambilan keputusan dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Yapen.
Ketua KPU Provinsi Papua, Adam Arisoy - Dok. Jubi
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua membantah telah mendiskualifikasi pasangan calon petahana Kabupaten Kepulauan Yapen Tony Tesar-Frans Sanadi sebagaimana isu yang menyebar luas di media sosial.

Komisioner KPU Provinsi Papua Tarwinto di Jayapura, Rabu (22/3/2017), mengatakan, pihaknya juga membantah isu yang menyebutkan adanya pertemuan antara KPU RI dan Bawaslu pada Selasa (21/3/2017) yang akhirnya memutuskan mendiskualifikasi pasangan calon petahana tersebut.

"Itu adalah berita `hoax` karena fakta yang sesungguhnya terjadi adala KPU RI telah menindaklanjuti surat KPU Kabupaten Kepulauan Yapen terkait rekomendasi Panwas setempat," katanya.

Menurut Tarwinto, dalam suratnya tertanggal 20 Maret 2017 tersebut, KPU Provinsi diminta untuk segera melakukan supervisi dan monitoring terhadap pelaksanaan tugas KPU Kabupaten Kepulauan Yapen dalam menindaklanjuti rekomendasi Panwas.

"Hal lain yang juga diminta untuk diperhatikan oleh kami adalah Ketua KPU Provinsi masih memiliki hubungan kekerabatan dengan salah satu pasangan calon," ujarnya.

Dia menjelaskan, untuk itu KPU RI meminta, Ketua KPU Provinsi Papua tidak boleh dilibatkan dalam supervisi atau pengambilan keputusan dalam Pilkada Kabupaten Kepulauan Yapen.

"Tentunya sikap ini diambil untuk menjaga netralitas dari KPU Provinsi sehingga kami diminta untuk melakukan koordinasi dengan Bawaslu Papua untuk pelaksanaan tugas sebagaimana mestinya dan menyampaikan kepada KPU RI dalam kesempatan pertama," katanya lagi.

Sebelumnya, setelah dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di 25 kampung pada Distrik Yapen Barat dan satu kampung di Distrik Wonawa pada 10 Maret 2017, kembali muncul masalah.

Yakni rekomendasi Panwaslu Kabupaten Kepulauan Yapen, untuk mendiskualifikasi pasangan nomor urut satu Tonny Tesar-Frans Senandi yang dianggap melakukan pelanggaran pemilu dengan memobilisasi massa bukan warga setempat mencoblos. (*)

Sebelumnya

Kasus PU, KPK tetapkan pemegang saham PT BEP sebagai tersangka baru

Selanjutnya

25 taipan kontrol 10,1 juta lahan sawit di Indonesia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua