Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Kuasa Hukum Arisoy : Diskualifikasi calon petahana Pilkada Yapen, itu bukan hoax
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 10:27
  • 2390x views

Kuasa Hukum Arisoy : Diskualifikasi calon petahana Pilkada Yapen, itu bukan hoax

“Itu benar, bukan hoax. Saat ini kami sedang di Jakarta untuk mendesak KPU RI segera mencabut skorsing pleno penetapan suara pilkada Kepulauan Yapen,” kata Iwan Niode saat dihubungi Jubi, Kamis (23/3/2017).
Ilustrasi - Dok. Jubi
Jean Bisay
jean@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Kuasa hukum calon bupati Kepulauan Yapen no urut lima (Benyamin Arisoy - Nathan Bonay), Iwan Niode SH mengatakan benar bahwa KPU Kepulauan Yapen telah mengeluarkan surat diskualifikasi calon bupati Pilkada Yapen nomor urut satu (Tony Tesar dan Frans Sanadi).

“Itu benar, bukan hoax. Saat ini kami sedang di Jakarta untuk mendesak KPU RI segera mencabut skorsing pleno penetapan suara pilkada Kepulauan Yapen,” kata Iwan Niode saat dihubungi Jubi, Kamis (23/3/2017).

Lanjut Iwan, KPU Kepulauan Yapen memang telah melakukan pleno tertutup untuk menindaklanjuti rekomendasi Panwaslu Kabupaten Kepulauan Yapen pada Selasa (21/3/2017).

“Hasilnya ya itu, surat yang menerangkan bahwa calon petahana didiskualifikasi,” jelas Iwan.

Sebelumnya, Komisioner KPU Provinsi Papua Tarwinto di Jayapura, Rabu (22/3/2017), membantah isu yang menyebutkan adanya pertemuan antara KPU RI dan Bawaslu pada Selasa (21/3/2017) yang akhirnya memutuskan mendiskualifikasi pasangan calon petahana tersebut.

"Itu adalah berita `hoax` karena fakta yang sesungguhnya terjadi adalah KPU RI telah menindaklanjuti surat KPU Kabupaten Kepulauan Yapen terkait rekomendasi Panwas setempat," katanya.

Baca Ada hubungan keluarga, Ketua KPU Papua tidak terlibat supervisi Pilkada Yapen

Ketua Fraksi Hanura DPRD Papua, Yan Mandenas saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (22/3/2017) mengapresiasi keputusan KPU yang telah mengajukan surat keputusan pembatalan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati kepada pasangan calon nomor urut 1, Tony Tesar dan Frans Sanadi ini.

Menurut, Yan Mandes, Keputusan ini berdasarkan surat Nomor : 24/Kpts/KPU-Kab/030.434110/tahun 2017 tentang pembatalan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Yapen tahun 2017, dengan menimbang kepada UU Nomor 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU Nomor 1 tahun 2014 tentang pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi Undang-Undang.

Paslon nomor urut satu dianggap telah melakukan sejumlah pelanggaran yang disertai bukti pada Pemungutan Suara Ulang (PSU) yang digelar pada 10 Maret lalu di Distrik Yapen Barat dan Distrik Wonawa. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Sekda dan Kadis Pendidikan Nabire Pantau Pelaksanaan USBN

Selanjutnya

Bupati Nabire minta OPD aplikasikan e-pleanning dan e-budgeting

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe