Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Maluku
  3. Malut rawan jadi pintu masuk penyelundupan Narkoba
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 16:37
  • 2599x views

Malut rawan jadi pintu masuk penyelundupan Narkoba

Letak Malut yang berada di perbatasan dan banyak memiliki pelabuhan tradisional sangat memungkinkan dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkotika internasional untuk menyelundupkan narkoba di Indonesia
Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso (Jubi/Tempo.co)
ANTARA
Editor : Syam Terrajana
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Ternate, Jubi - Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, Provinsi Maluku Utara rawan menjadi pintu masuk penyelundupan narkotika dan obat terlarang (Narkoba) dari luar negeri ke Indonesia, karena wilayahnya terdiri atas pulau-pulau.

"Letak Malut yang berada di perbatasan dan banyak memiliki pelabuhan tradisional sangat memungkinkan dimanfaatkan oleh jaringan pengedar narkotika internasional untuk menyelundupkan narkoba di Indonesia," katanya usai Seminar Nasional Penguatan Peran Civil Society dan Deklarasi Anti Narkoba masyarakat Malut di Ternate, Kamis ( 23/3).

Menurutnya untuk mengantisipasi hal itu, diperlukan partisipasi masyarakat, terutama di wilayah pelabuhan tradisional, termasuk berbagai pihak terkait lainnya seperti aparat TNI dan Polri setempat.

Di setiap kabupaten/kota di Malut, kata Budi Waseso, seharusnya ada Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK), namun karena keterbatasan anggaran, sehingga saat ini, dari 10 kabupaten/kota di Malut, baru terbentuk tiga BNNK.

Menurut catatan BNN, hingga kini telah tercatat sedikitnya 5 juta jiwa korban pengguna narkoba, karena sistem keterbukaan belum jalan dan menjadi tantangan dalam pemberantasannya.

Untuk itu, BNN saat ini tengah berupaya membuat Laboratorium Narkotika Nasional sebagai komitmen dalam mencegah peredaran narkoba termasuk di wilayah Malut.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Budi Waseso bersama Kabag Humas, Sulistiandriatmoko melakukan kunjungan kerjanya (kuker) selama dua hari ke Malut.

Dia menambahkan, pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba di Malut yang disinyalir sebagai jalur pintu masuk Peredaran Gelap Narkotika melalui jalur laut.

Sementara itu, Kapolda Malut, Brigjen Pol Dwi Tugas menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung upaya BNN dalam memberantas narkoba.(*)
 

 

loading...

#

Sebelumnya

Persediaan air di Ambon menurun

Selanjutnya

Cuaca buruk di Ternate, harga ikan melonjak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6235x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5821x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3997x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe