Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pokja Papua dinilai tak hargai Solpap dan mama-mama
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 18:30
  • 1220x views

Pokja Papua dinilai tak hargai Solpap dan mama-mama

“Pokja Papua, yang selalu bergerak sendiri dengan mengatasnamakan Presiden dan Kementrian, BUMN. Seolah-olah mau mengambil alih semua kerja yang selama ini Solpap dan mama-mama Papua perjuangkan sejak tahun 2001,” katanya. 
Mama-mama Papua ketika mendengar penjelasan Pokja Papua – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP) menilai kelompok kerja (Pokja) Papua yang diketuai Judith tak menghargai perjuangan Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) dan mama-mama Papua. 

“Ketika kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya untuk nanti pada waktunya pindah ke pasar baru, Pokja Papua justru mengambil peran, sejak peletakkan batu pertama oleh Presiden Joko Widodo hingga pasar sudah berdiri,” kata pengurus Solpap, Frengky Warer ketika ditemui Jubi di Jayapura, Kamis (23/3/207). 

Ia juga menilai Pokja Papua selalu bergerak sendiri tanpa koordinasi dan pembicaraan baik kepada Solpap dan mama dalam mempersiapkan mama-mama pindah ke pasar yang akan diresmikan bulan Mei itu. 

“Pokja Papua, yang selalu bergerak sendiri dengan mengatasnamakan Presiden dan Kementrian, BUMN. Seolah-olah mau mengambil alih semua kerja yang selama ini Solpap dan mama-mama Papua perjuangkan sejak tahun 2001,” katanya. 

“Pada dasarnya semua yang Pokja Papua rancang dan lakukan sudah dibahas dan disiapkan Solpap untuk nanti diterapkan ke mama-mama dalam persiapan memasuki pasar baru dan proses pendampingan kedepan,” lanjutnya. 

Sebelumnya Pemerintah Kota Jayapura dipercayakan untuk mengelola pasar yang berlokasi di Jalan Percetakan ini untuk mempersiapkan mama-mama pindah ke pasar baru dan melakukan pemberdayaan. 

“Selama ini yang Solpap kerjakan padahal ini tugas dan tanggung jawab Pemerintah yang wajib dilaksanakan. Namun seolah-olah Pemerintah dan Disperindagkop menutup mata dan seakan-akan menganggap bahwa Solpap tidak ada,” katanya.

Hal ini yang membuat mereka merasa tidak dihargai dan dianggap oleh Pokja Papua. Pemerintah Kota (PEMKOT) lewat Disperindagkop Kota Jayapura yang langsung membawahi semua pasar dan koperasi di kota Jayapura tidak jeli dan cermat dalam melihat persoalan ini. 

Sekretaris Solidaritas Pedagang Asli Papua (SOLPAP), Meti Ronsumbre mengaku tak mengetahui pertemuan pihak Judith dengan Sekda Kota Jayapura. Rosumbre bahkan tak mengetahui ihwal IMB yang disebutkan Sekda.

Oleh sebab itu, Pokja Papua dimintanya agar menghargai perjuangan SOLPAP yang sejak 15 tahun lalu memperjuangkan pasar ini. (*)

loading...

Sebelumnya

LKK, kader PMKRI dilatih berpikir kritis

Selanjutnya

Kabar Mapeega gelar pelatihan jurnalistik bagi 20 asrama

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe