Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. ISPA dan malaria penyakit dominan di RSUD Yowari
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 18:36
  • 662x views

ISPA dan malaria penyakit dominan di RSUD Yowari

Direktur RSUD Yowari Mickhael Demetowu mengatakan, ketiga penyakit yang disebabkan virus dan bakteri tersebut semakin tinggi diderita masyarakat. Penyebabnya karena cuaca hujan dan panas.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura –Jubi/ Yance Wenda.
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Selama hampir tiga bulan awal 2017, penyakit ISPA (Inspeksi Saluran Pernapasan Akut), malaria, dan penyakit paru (batuk bronchitis) paling banyak diderita pasien di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Yowari, Kabupaten Jayapura.
 
Direktur RSUD Yowari Mickhael Demetowu mengatakan, ketiga penyakit yang disebabkan virus dan bakteri tersebut semakin tinggi diderita masyarakat. Penyebabnya karena cuaca hujan dan panas.
 
“Virus itu umumnya bermula dari batuk pilek, lama-kelamaan dibonceng bakteri, yang pertama cuma air yang keluar lama-kelamaan berubah menjadi warna hijau, kalau sudah berwarna hijau berarti sudah bakteri,” ujarnya, Kamis (23/3/2017).
 
Ia mengatakan, batuk-pilek dan bersin-bersin saja ada yang sudah mengkonsumsi obat antibiotik. Padahal virus tersebut sebenarnya bisa diatasi dengan sistem ketahanan tubuh saja dengan makan yang cukup, istirahat, dan mandi air hangat
 
“Besok dia bangun sudah segar kembali, kalau bakteri sudah terlalu dominan itu baru  butuh antibiotik untuk membunuh bakterinya,” tuturnya.
 
Dr. Mickhael berharap pemakaian obat antibiotik harus secara rasional. Dokternya juga harus melihat apakah disebabkan virus atau bakteri. Kalau virus biarkan saja dan cuma butuh vitamin, kalau sudah bakteri baru antibiotic.
 
“Orang kadang main hajar antibiotik, amocilin, CTM, dan deksametasol, deksa ini kan tidak baik, itu golongan steroid pemakainya juga tertentu, tapi kalau dikasi terus-menerus, suatu saat dia hantam sum-sum tulang, sum-sum tulang ini dia bikin sel darah merah, kalau sum-sum tulang belangnya rusak tidak bisa bikin sel darah merah, jadi penyakit lagi, itu gara-gara minum obat sembarang,” tegasnya.
 
Mickhael mengharapkan dalam pemberian obat kepada pasien perlu ada penjelasan dari dokter kepada pasien agar pasien mengerti dengan obat yang di berikan dan tidak asal menerima serta mengkonsumsinya.
 
“Jangan obat dan segala macam dong kasih, tapi apakah pasiennya butuh anti biotik kan tidak, dia hanya butuh kekebalan tubuhnya di tingkatkan, kita hanya kasih vitamin kekebalan tubuh kemudian istirahat, makan minum air hangat sudah selesai, jadi penyebanya hanya dua, kalau bakteri kita butuh antibiotik dan kalau virus tidak perlu,” ingatnya.
 
Pengunung RSUD Yowari, Yona M mengatakan, anaknya mengalami sakit batuk keras dan beringus sudah tiga hari.
 
“Jadi saya bawa saja ke rumah sakit untuk di periksa,” ucapnya saat menunggu obat. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Empat sekolah jadi proyek percontohan sekolah ramah anak

Selanjutnya

Direktorat Pembinaan SMA pantau USBN di Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe