Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Pemkab Yalimo akan batasi tukang ojek dan pedagang non OAP
  • Kamis, 23 Maret 2017 — 18:47
  • 1684x views

Pemkab Yalimo akan batasi tukang ojek dan pedagang non OAP

"Mulai hari ini, khusus untuk ojek motor orang luar saya batasi. Pedagang juga begitu. Pedagangan yang ada sekarang wajib membina orang-orang asli Papua menjadi pedagang," kata Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon, Kamis (23/3/2017).
Ilustrasi Mama-Mama Pedagang Asli Papua - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Yalimo akan membatasi tukang ojek dan pedagang non Papua di wilayah itu. Kebijakan ini diambil untuk mendorong orang asli Papua agar bisa bersaing sebagai pelaku ekonomi kerakyatan.

"Mulai hari ini, khusus untuk ojek motor orang luar saya batasi. Pedagang juga begitu. Pedagangan yang ada sekarang wajib membina orang-orang asli Papua menjadi pedagang," kata Wakil Bupati Yalimo, Lakius Peyon, Kamis (23/3/2017).

Katanya, untuk pembinaan dan mengembangkan usahanya, pedagang asli Papua tidak perlu diberikan uang tunai. Namun bantuan dalam bentuk barang dagangan.

"Dinas Terkait jangan lagi tambah-tambah izin pedagang. Cek semua yang ada. Atur baik. Berikutnya kita bina orang asli Papua jadi pedagang. Kita tidak kasi modal dalam bentuk uang, tapi kita siapkan barang. Kasi dia kelolah sendiri," ujarnya.

Pedagangan non Papua yang kini ada di Yalimo, kata dia, harus ikut mendorong orang asli Papua dalam pengembangan ekonomi kerakyatan.

"Pedagang yang ada ini jadi distributor barang ke kios-kios pedagang asli Papua. Saya yakin orang asli Papua bisa kalau mereka dibina dan diberi kesempatan," katanya.  

Ketua Komisi II DPR Papua, komisi yang membidangi ekonomi, Deerd Tabuni mengatakan, perlu terobosan dan kebijakan pemerintah yang ada di Papua agar orang asli Papua bisa bersaing dalam dunia ekonomi kerakyatan.

"Ya kalau orang asli Papua dibina dengan baik. Diberikan kesempatan. Mereka juga bisa. Orang asli Papua harus menjadi tuan di tanahnya sendiri," kata Deerd. (*)

Sebelumnya

Butuh Polwan, Polres Yahukimo sediakan dua rumah

Selanjutnya

Bupati Jayawijaya minta polisi dan jaksa telusuri penyaluran dana BOS

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe