Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Kepsek SMA Satria: sesungguhnya sekolah swasta seperti kami yang terhebat
  • Jumat, 24 Maret 2017 — 18:07
  • 697x views

Kepsek SMA Satria: sesungguhnya sekolah swasta seperti kami yang terhebat

“Mengapa saya katakan demikian, karena siswa yang ditampung buangan dari sekolah-sekolah negeri atau yang nilai rapor mereka rendah, sehingga tidak bisa diterima di sekolah yang nota bene sekolah unggulan, merekalah yang kami tampung dan bina,” katanya kepada Jubi baru-baru ini.
Siswa SMA Satria sedang mengikuti USBN– Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala SMA Satria Effendi Ibrahim berpendapat, sesungguhnya sekolah-sekolah yang terhebat di Tanah Papua adalah sekolah swasta, termasuk sekolah yang dipimpinnya.

“Mengapa saya katakan demikian, karena siswa yang ditampung buangan dari sekolah-sekolah negeri atau yang nilai rapor mereka rendah, sehingga tidak bisa diterima di sekolah yang nota bene sekolah unggulan, merekalah yang kami tampung dan bina,” katanya kepada Jubi baru-baru ini.
 
Hasilnya, lanjutnya, hampir 90 persen lulusan SMA Satria bisa bersaing dengan siswa dari sekolah unggulan yang ada di Kota Jayapura. Bahkan lulusannya ada yang menjadi pejabat.
 
“Itu artinya sekolah ini memiliki guru yang terbaik dan handal,” ujarnya.
 
Ibrahim mengaku sempat marah mendengar isu SMA Satria, salah satu sekolah yang diancam ditutup oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura karena tidak memenuhi standar pendidikan.
 
SMA Satria yang terletak jalan Tasangkapura, Kota Jayapura didirikan 1986. Effendi Ibrahim kepsek pertama hingga kini. Ia menyebutkan, suka-duka mendirikan dan mengelola sekolah tersebut terlalu banyak. Namun itu, menurutnya, mendewasakan sekolah.
 
“Prinsipnya, ketika kita memberikan pelayanan kepada siapapun tanpa pamrih maka Tuhan akan membuka jalan entah itu kapan, buktinya tahun ini kami bisa melaksanakan USBN dan UNBK di sekolah tanpa harus menumpang di sekolah lain,” ujarnya.
 
Ia menyebut, tantangan terbesar yang ia hadapi datang dari orang tua siswa, karena kebanyakan siswa dari kalangan tidak mampu. Akibatnya sejak angkatan pertama hingga kini sebagian besar siswa belum menyelesaikan administrasi sekolah.
 
“Kalau mau dibilang sekitar 70 hingga 80 persen peserta didik di sini sekolah gratis, ada ribuan ijazah yang masih numpuk karena siswa yang sudah lulus belum bisa datang mengambilnya karena terbentur biaya, namun kami memberikan kelonggaran kepada siswa tersebut bahwa mereka bisa mengambil fotocopi-nya untuk kebutuhan melamar kerja atau melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ujarnya.
 
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, I Wayan Mudiyasa mengapresiasi apa yang sudah dilakukan pihak SMA Satria untuk berkembang dan berupaya melepas imej yang berkembang diluar.
 
“SMA Satria harus dijadikan contoh terhadap sekolah-sekolah swasta lainnya di Kota Jayapura,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

RSUD Yowari berharap bisa segera bangun bank darah  

Selanjutnya

Distrik Seradala di wilayah suku Koroway tanpa fasilitas kesehatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe