Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Kata ketua PMKRI, menulislah selama hidup
  • Jumat, 24 Maret 2017 — 18:20
  • 1105x views

Kata ketua PMKRI, menulislah selama hidup

Pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan pemateri redaktur Jubi, Timoteus Marten ini merupakan salah satu rangkaian LKK yang dilakukan pihaknya.
Peserta pelatihan jurnalistik PMKRI ketika mendiskusikan materi penulisan berita – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – “Menulis itu sangat penting. Tidak hanya ketika berada di PMKRI, tetapi juga semasa hidup, kita harus menulis. Sebab jika kita tidak menulis kita tidak akan meniggalkan pikiran brilian semasa kita hidup.”

Hal ini dikatakan Ketua Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Santo Efrem Jayapura, Simon Petrus Bame ketika ditemui Jubi saat Latihan Dasar Kepemimpinan (LKK) di aula susteran Maranatha, Distrik Heram, Kota Jayapura, Jumat (24/3/2017).

Pelatihan jurnalistik dengan menghadirkan pemateri redaktur Jubi, Timoteus Marten ini merupakan salah satu rangkaian LKK yang dilakukan pihaknya.

Kader PMKRI diharapkannya tidak hanya pandai berbicara saja, tetapi juga juga mereka menulis.

“Menulis apa saja, baik berita, opini, tajuk rencana, esai maupun artikel untuk mengisi ruang-ruang di media massa,” katanya.

Organisasi yang dipimpinnya ini, lanjutnya, memiliki media internal “Varia Kecapi” yang sudah dicetak dua edisi dan sedang mempersiapkan edisi ketiganya.

“Melalui momentum ini kami siapkan mereka untuk mengisi media internal, media kampus, dan media lokal di Papua,” katanya.

“Saya lihat perkembangan media sangat pesat di Papua. Dalam pemberitaannya tergantung kepemilikan media dan agenda setting. Dan tergantung visi dan misi media tersebut,” katanya.

Ia menilai baik dan tidaknya sebuah media ditentukan oleh masyarakat pembaca atau khalayak.

“Jadi, media yang ada di Papua harus menulis sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Jangan juga berita seremonial pemerintah terus yang dimuat,” katanya. 

Simon mengharapkan setelah dibekali materi penulisan para kadernya siap untuk menjadi wartawan/penulis.

“Berangkat dari ajaran gereja untuk memberitakan kebenaran, maka siapa pun dia, kader yang terjun ke dunia jurnalistik wajib menulis tentang kebenaran dan memberitakan apa adanya,” kata dia.

Salah satu peserta pelatihan, Ida Baru berterima kasih kepada pemateri yang membagikan ilmu dan pengalamannya kepada para kader.

“Semoga materi yang diberikan ini dapat berguna bagi kami peserta LKK, dan dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Pemkot Jayapura diminta buat perda tanah adat

Selanjutnya

Organisasi butuh kerja sama dan kekompakan  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe