Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. KPK  bakal telusuri aliran dana abadi LNG Tangguh
  • Sabtu, 25 Maret 2017 — 09:15
  • 1940x views

KPK  bakal telusuri aliran dana abadi LNG Tangguh

Pihaknya juga akan mempelajari berkas laporan tersebut dan dan mengirim tim untuk cek dan menelusurinya. Namun ia tak memastikan waktu pengecekan yang dimaksud, sebab banyak perkara punya motif sama, sehingga harus ditelusuri baik.
Ilustrasi logo KPK - Jubi/IST
Niko MB
ness@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Manokwari,Jubi – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal menelusuri aliran dana abadi LNG Tangguh di Teluk Bintuni, Papua Barat yang dilaporkan Dewan Adat Suku (DAS) Sumuri, Tadeus Fossa dan Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Sumuri Sodefa.

Wakil Ketua KPK, Laode Syarif mengaku telah menerima salinan berkas yang dilaporkan tersebut.

Pihaknya juga akan mempelajari berkas laporan tersebut dan dan mengirim tim untuk cek dan menelusurinya. Namun ia tak memastikan waktu pengecekan yang dimaksud, sebab banyak perkara punya motif sama, sehingga harus ditelusuri baik.

“Setelah ditelusuri berkasnya ada atau tidak tindak pidana korupsinya barulah kita selidiki,” katanya kepada Jubi di Sorong melalui seluler, Jumat (24/3/2017).

Menurutnya masyarakat ini telah beredar di media massa, tetapi perlu ada kajian khusus dan pembedaan, serta pembuktian dan fakta meski kerugian yang ditaksir cukup besar.

Sebelumnya Direktur Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan C Warinusi mengaku sudah menerima laporan pengaduan Ketua LMA Sumuri Tadeus Fossal dan Ketua DAS Suku Sumuri Rafael Sodefa terkait dugaan dana abadi.

Mereka mengaku hanya mendengar soal badan hukum berbentuk yayasan yang mengelola "dana abadi" tersebut. Namun pemanfaatan dan pengelolaan dananya tidak jelas.

Suku Sumuri bahkan tak diberi tahu BP Indonesia selaku kontraktor dari SKK Migas yang mengelola proyek LNG Tangguh.

“Hal ini benar-benar menimbulkan tanda tanya, karena nama yayasan yang disebut telah dibentuk tanpa keterlibatan masyarakat adat Suku Sumuri itu bernama Yayasan Pengembangan Masyarakat Sumuri. Belakangan ini disebut dengan nama Yayasan Dimaga yang dalam bahasa Sumuri artinya Kitong (kita) punya,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Banjir, warga Sorong Timur palang jalan 

Selanjutnya

60 sekolah ikuti OSN di Sorong  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe