Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Ratusan penderita TB di Nabire gagal program
  • Sabtu, 25 Maret 2017 — 10:01
  • 2120x views

Ratusan penderita TB di Nabire gagal program

Pasien terbanyak berasal dari kabupaten tetangga. “Jarak yang jauh mengakibatkan pasien yang sering putus obat. Ini yang disebut gagal program. Akibatnya bisa berbahaya bagi dirinya sendiri,” jelasnya.
Tim penanganan TB dari diskes Nabire dan Yayasan KSK dalam bincang sehat di studio Swameka Nabire, Kamis, (23/3/2017) – Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Ratusan penderita Tubercolosis (TB) di Nabire tidak melakukan pengobatan secara teratur.

Kepala bidang penyakit dalam Dinkes Nabire, Alfred Lambei saat berbincang-bincang di studio Swameka, Kamis (23/3/2017), mengatakan data Dinas kesehatan Kabupaten Nabire tahun 2016, jumlah penderita TB di Nabire sebanyak 950 paisen. Sedang yang menjalani rawat jalan secara teratur hanya 100 orang.

“Pengobatan TB tidak mudah, membutuhkan waktu enam sampai delapan bulan hingga dinyatakan bebas TB,” katanya.

Pasien terbanyak berasal dari kabupaten tetangga. “Jarak yang jauh mengakibatkan pasien yang sering putus obat. Ini yang disebut gagal program. Akibatnya bisa berbahaya bagi dirinya sendiri,” jelasnya.

Akibat putus obat, banyak diantaranya menjadi TB multi resisten yang membutuhkan 10 tahun pengobatan.

“Kami harap teman – teman dari posyankes bisa agar bisa melapor ke dinas melalui sistem informasi terpadu tuberkolosis (SITT),” katanya.

Akibat dari gagal program, pasien bisa masuk kategori T6B kebal obat. Artinya TB kategori satu sudah tidak mempan jika diobati.

“satu-satunya cara, pasien akan diobati dengan minum obat selama dua tahu dan suntikan selama delapan bulan,” katanya.

Sementara itu, Manager Program TB technical dari LSM TB cepat yang bernaung di bawah Yayasan Kristus Sahabat Kita (KSK), dr. Agustina Dwi Ningtyas mengatakan banyaknya orang terinfeksi TB disebabkan kurangnya kesadaran masyarakat untuk memeriksa walau sudah ada gejala.

“Untuk penanganan yang tepat sangat dibutuhkan kader yang secara suka rela mau menjemput orang untuk diperiksa ke layanan TB,” jelasnya.

Untuk itu, KSK juga melatih kader dan memberdayakan masyarakat awam untuk menjadi pendamping.

“Mereka dibekali ilmu dengan TB dan yang nanti akan langsung turun ke lapangan mengidentifikasi pasien dengan gejala TB,”katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Konsultasi publik RKPD 2018 diharapkan sesuai visi dan misi

Selanjutnya

Jelang pleno, Kantor KPUD Yapen terbakar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe