Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Disdik Papua: kasus ijazah palsu agar dilaporkan ke polisi
  • Selasa, 28 Maret 2017 — 18:28
  • 1060x views

Disdik Papua: kasus ijazah palsu agar dilaporkan ke polisi

“Atas dasar laporan tersebut pihak kepolisian bisa menelusuri siapa yang dengan sengaja mengeluarkan ijazah palsu tersebut,” katanya kepada Jubi beberapa waktu lalu, palsu.
Siswa sedang mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMA PGRI– Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Kepala Bidang Pembina SMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua Albert Latang mengatakan, bila ada instansi atau oknum yang mengelurkan ijazah palsu agar segera dilaporkan ke kepolisian

“Atas dasar laporan tersebut pihak kepolisian bisa menelusuri siapa yang dengan sengaja mengeluarkan ijazah palsu tersebut,” katanya kepada Jubi beberapa waktu lalu.
 
Menurutnya, di Kota Jayapura ijazah palsu tidak hanya terjadi di SMP, tetapi juga di SMA. Untuk itu, tiga tahun terakhir Dinas Pendidikan Provinsi Papua sudah melakukan pencetakan langsung ijazah.
 
“Jadi ijazah tidak lagi dikeluarkan sekolah tetapi melalui dinas, berdasarkan nama yang diberikan sekolah yang meluluskan siswanya,” ujarnya.
 
Albert Latang menambahkan, kini pihaknya bisa dengan mudah membedakan mana ijazah palsu dan mana yang tidak. Selain dari data peserta didik, fisik ijazah pun bisa ditemui.
 
Ia mengaku sudah mengingatkan kepada kepala sekolah jauh hari ketika menerima siswa baru harus memverifikasi siswa baru tersebut, mulai dari asal sekolah hingga ijazahnya.
 
“Kami juga memiliki data-data siswa yang lulus dari jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA, para kepala sekolah bisa memverifikasi bersama dinas apakah calon siswanya memiliki ijazah palsu atau tidak, ini yang jarang dilakukan kepada sekolah untuk mendapatkan informasi tersebut,” katanya.
 
Namun pihaknya tetap melakukan koordinasi jika kedapatan sekolah yang memiliki siswa menggunakan ijazah palsu.
 
“Saya sarankan laporkan saja kepada polisi dan saya yakin, itu oknum bukan institusi yang mengeluarkan ijazah palsu tersebut,” ujarnya.
 
Tim Pengembang Direktorat Pembina SMA, I Wayan Widana menghimbau seluruh komponen untuk tidak melanggar hukum dengan membuat ijazah palsu, karena itu akan berdampak luar biasa.
 
“Termasuk SDM kita akan semakin tidak baik,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Distrik Seradala di wilayah suku Koroway tanpa fasilitas kesehatan

Selanjutnya

Yasumat  dan mahasiswa Yahukimo diskusi bahas antisipasi HIV/AIDS 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat