PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Penkes
  3. Yasumat  dan mahasiswa Yahukimo diskusi bahas antisipasi HIV/AIDS 
  • Selasa, 28 Maret 2017 — 18:33
  • 735x views

Yasumat  dan mahasiswa Yahukimo diskusi bahas antisipasi HIV/AIDS 

“Berhubungan seks tanpa pengaman mengakibatkan nyawa orang Yahukimo melayang dan umumnya itu masyarakat asli Papua karena kurang pendidikan akan bahaya HIV-AIDS dan TB,” katanya di Jayapura, Senin (27/3/2017).
Mahasiswa Yahukimo bersama Yasumat setelah diskusi di asrama GIDI Yahukimo - Jubi/David Sobolim.
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Yayasan Pelayanan Terpencil (Yasumat) mengadakan diskusi dengan mahasiswa Yahukimo di Asrama GIDI (Gereja Injil di Indonesia) Yahukimo terkait antisipasi tingginya angka kematian akibat HIV/AIDS dan TB di wilayah pelayanan GIDI Yahukimo.

Koordinator Bidang Kesehatan Yasumat, Yepina Matuan mengatakan, tingginya angka kematian akibat HIV/AIDS dan TB terjadi karena pergaulan bebas, hidup tidak sehat, dan berhubungan seks tanpa pengaman.
 
“Berhubungan seks tanpa pengaman mengakibatkan nyawa orang Yahukimo melayang dan umumnya itu masyarakat asli Papua karena kurang pendidikan akan bahaya HIV-AIDS dan TB,” katanya di Jayapura, Senin (27/3/2017).
 
Yepina menjelaskan, banyak yang kena penyakit di usia rata-rata produktif dari 15 hingga 25 tahun. Yasumat sudah menangani banyak dari pelayanan GIDI di wilayah Yahukimo.
 
“Perlu kesadaran dari semua pihak untuk bersama-sama memberikan pendidikan bahaya HIV-AIDS dan TB  di kalangan mahasiswa, masyarakat umum, dan para pejabat,” katanya.
 
Yepina yang juga Suster di Soba, Kabupaten Yahukimo mengatakan, untuk penularan dua penyakit tersebut sangat berbeda. HIV melalui hubungan seks, namun TB menular sangat gampang, melalui batuk, duduk bersama, berjabat tangan, berciuman, dan lainnya.
 
Penghuni Asrama GIDI Yahukimo, Yokin Itlay sangat mengapresiasi upaya Yasumat menolong jiwa masyarakat Yahukimo.
 
“Saya berharap Yasumat tidak hanya menolong pasien tetapi juga mengadakan seminar-seminar agar kita semua bisa menghindari penyakit menular tersebut,” katanya.
 
Yokin berharap ada kerja sama ikatan mahasiswa Yahukimo dengan Yasumat untuk melaksanakan seminar agar materi penanganan penyakit-penyakit berbahaya tersebut bisa didapatkan semua mahasiswa Yahukimo yang studi di kota dan kabupaten Jayapura.
 
“Karena kurang pendidikan terhadap penyakit berbahaya ini masyarakat semua mati, siapa yang akan menjaga identitas di tanah ini,” katanya. (*)

Sebelumnya

Disdik Papua: kasus ijazah palsu agar dilaporkan ke polisi

Selanjutnya

Penguatan Pendidikan Karakter sudah jalan di Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua