Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Dituduh perdagangkan orang, Yosep Paragaye asal Papua ditahan di NTT
  • Rabu, 29 Maret 2017 — 07:08
  • 1744x views

Dituduh perdagangkan orang, Yosep Paragaye asal Papua ditahan di NTT

"Saudara kami Yosep Paragaye ditangkap di Desa Tuamese, Kabupaten Timur Tengah Utara, pada 13 Oktober 2016 beserta 13 orang lainnya oleh gabungan TNI/ Polri berpakaian preman. Yosep dituduh melakukan perdagangan orang. Saudara Yosep berngkat dari Merauke pada 26 September 2016 ke NTT untuk menyekolahkan anaknya." Kata Alius Asso.
Keluarga korban dan SHDRP usai melakukan jumpa pers di Asrama Nayak II Tanah Hitam Kamkey – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi – Seorang warga Mappi asal Wamena, Yosep Paragaye (45) ditangkap pada 13 Oktober 2016 dan ditahan di LP Kefamenanu, Nusa Tenggara Timur (NTT), karena dituduh terlibat perdagangan orang.

"Saudara kami Yosep Paragaye ditangkap di Desa Tuamese, Kabupaten Timur Tengah Utara, pada 13 Oktober 2016 beserta 13 orang lainnya oleh gabungan TNI/ Polri berpakaian preman. Yosep dituduh melakukan perdagangan orang. Saudara Yosep berngkat dari Merauke pada 26 September 2016 ke NTT untuk menyekolahkan anaknya." Kata Alius Asso Wakil ketua umum Solidaritas Hukum HAM dan Demokrasi Rakyat Sipil Papua (SHDRP) dalam pernyataan persnya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (28/3/2017).

Menurut Asso, 13 orang warga NTT itu secara sukarela berencana ikut bersama Paragaye ke Papua setelah sebelumnya mereka membicarakan situasi pekerjaan di Papua. Ketiga belas orang tersebut terdiri dari tujuh orang perempuan dan enam orang laki-laki. Lima diantaranya adalah pasangan suami istri, dua orang anak muda dan satu orang anak kecil.

Paragaye yang juga karyawan PT. Dongin Prabawa, milik Korindo Group itu mengaku tidak mengajak atau menawarkan ketiga belas orang tersebut untuk ikut bersamanya. Mereka menawarkan diri untuk ikut dengan tujuan mencari pekerjaan di Tanah Papua.

“Saya waktu itu menceritakan tentang keadaan pekerjaan di Papua, karena di sini (NTT) mereka kerjanya hanya membuat sopi kala musim kering, dan tanah mereka gersang, mungkin mendorong mereka menawarkan diri untuk ikut saya, mungkin juga mereka pikir saya banyak uang,” ujar Paragaye kepada pihak SHDRP melalui telepon genggam 23 Maret lalu.

Paragaye mengaku rencana kepergian ketiga belas orang tersebut bersama dirinya sudah dilaporkan kepada  Sekretaris Desa Tamese, karena saat itu Kepala Desa tidak berada di tempat.

Berdasarkan keterangan pers SHDRP tertanggal 28 Maret 2017, Alius Asso menjelaskan Yosep Paragaye telah ditahan selama 130 hari terhitung sejak 13 Oktober 2016  sampai 10 Februari 2017 sebagai tahanan Polres Timur Tengah Utara. “Ia baru dilimpahkan ke kejaksaan sejak 10 Februari 2017, dan kini menjadi tahanan Kejaksaan Tinggi Kefamenanu Kab. Timur Tengah Utara selama 45 hari,” ujarnya.

Menyikapi penangkapan, tuduhan dan penahanan Yosep  Paragaye, SHDRP mendesak Pemerintah Provinsi  Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP), Majelis Rakyat Papua (MRP), Polda Papua, Pangdam Cendrawasih Provinsi Papua, para Uskup dan seluruh pimpinan gereja di tanah Papua untuk mengambil tindakan.

Mereka menuntut pihak-pihak tersebut ikut membantu agar Yosep Paragaye dibebaskan. “Apabila tidak mengindahkan pernyataan ini, kami akan mendatangi pihak-pihak terkait di atas untuk menuntut pembebasan bagi saudara Yosep Paragayem” ujar Asso.

Pihak SHDRP juga berharap agar PT. Dongin Prabawa tidak jadikan penahanan Paragaye sebagai alasan pemutusan hubungan kerja (PHK).

Mewakili pihak keluarga Yosep Paragaye, Yorna Hubi menyatakan penahanan saudaranya itu tidak sah karena tidak memiliki bukti dan saksi yang jelas. "Kami berharap Yosep dapat pulang dengan keadaan selamat dan sehat dan itu harapan anak dan istrinya serta keluarga besar lainnya,” ujar Hubi.

Paragaye kepada tim SHDRP mengaku tidak mengalami kekerasan ketika pemeriksaan berlangsung. Namun hingga saat ini dirinya mengaku tidak menerima surat dakwaan.

“Sampai hari ini tidak ada dakwaan. Saya belum terima dakwaan dalam bentuk tertulis. Mereka hanya menuduh saya lakukan human traficking berdasarkan pasal 2 ayat 1 Kuhap junto pasal 10 UU 21/2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang,” ujarnya.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Muralis Dale Grimshaw: melukis agar orang ‘dengar’ West Papua

Selanjutnya

Hendak ke Papua, seorang perempuan ditahan karena membawa amunisi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe