PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Legislatif siap dorong kurikulum lokal di sekolah
  • Kamis, 30 Maret 2017 — 13:07
  • 777x views

Legislatif siap dorong kurikulum lokal di sekolah

Salah satu alasan dukungan Ketua DPRD Jayawijaya Taufik Petrus Latuihammalo itu berkaitan dengan upaya perlindungan dan pelestarian adat istiadat di Lembah Baliem. Ia mencontohkan penerapan pendidikan berbasis budaya yang diterapkan di daerah Jawa.
Kerajinan tangan masyarakat Lembah Balim yang dipamerkan saat Festival Budaya Lembah Baliem-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Ketua dewan legislatif Jayawijaya menyambut baik dan mendukung usulan Dewan Adat Baliem (Lapago) yang menginginkan pendidikan adat Jayawijaya dimasukan dalam kurikulum pendidikan di semua sekolah di wilayah itu.

Salah satu alasan dukungan Ketua DPRD Jayawijaya Taufik Petrus Latuihammalo itu berkaitan dengan upaya perlindungan dan pelestarian adat istiadat di Lembah Baliem. Ia mencontohkan penerapan pendidikan berbasis budaya yang diterapkan di daerah Jawa.

“Di Jawa, bahasa asli telah masuk dalam kurikulum di sekolah, bahkan membatik pun masuk dalam kurikulum, lalu kenapa di Jayawijaya budayanya tidak bisa?” ujar Taufik. “Jadi saya sangat setuju (pendidikan adat Jayawijaya) diterapkan di sini,” lanjut Taufik, di Wamena, Rabu (29/3/2017).

Ia menyarankan dewan adat Lapago memasukan draft pendidikan adat Jayawijaya untuk dibahas oleh dewan perwakilan tersebut.

“Budaya kita di Jayawijaya ini saja semakin hari semakin hilang, sehingga perlu dijaga kelestariannya, salah satunya dengan memasukan dalam kurikulum di sekolah agar generasi muda tidak lupa akan budaya mereka di Jayawijaya ini. Kalau memang ada teman-teman budayawan yang berfikir itu, dewan siap membatu bersama membuat regulasinya, draft budayanya itu seperti apa lalu memanggil dinas pendidikan supaya dimasukan dalam kurikulum dan disetujui bersama.”

Sekretaris Dewan Adat Wilayah Balim Dominikus Surabut mengatakan, dari hasil pleno dewan adat wilayah Balim, terlahir beberapa poin pembangunan masyarakat adat, salah satunya bidang pendidikan.

"Kami minta pemda mengaktifkan pendidikan adat yang dulunya sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Balim seperti pesta Mawi, pesta Inisiasi anak laki-laki serta lagu adat Papua dimasukan sebagai satu kurikulum lokal maupun nasional," kata Dominikus di Wamena ahir pekan lalu. (*)

Sebelumnya

30 Anggota DPRD Jayawijaya belum serahkan LHKPN

Selanjutnya

Gapensi Papua akan gelar Rapimda di Wamena

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua