PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Mamta
  3. DPRP sesalkan pemalangan pasar mama-mama
  • Kamis, 30 Maret 2017 — 13:41
  • 717x views

DPRP sesalkan pemalangan pasar mama-mama

“Pasar mama Papua sudah jadi, spanduk yang dipasang atas nama adat beberapa waktu lalu itu coba lihat siapa yang bayar? Karena tanah itu milik BUMN yang ditempati DAMRI,” katanya kepada wartawan di kantor wali kota, Rabu (29/3/2017).
Ilustrasi pasar mama-mama - Jubi/Dok
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Anggota Komisi II DPR Papua yang membidangi ekonomi, Deerd Tabuni menyesalkan pemalangan terhadap pasar mama-mama Papua oleh oknum yang mengatasnamakan adat.

“Pasar mama Papua sudah jadi, spanduk yang dipasang atas nama adat beberapa waktu lalu itu coba lihat siapa yang bayar? Karena tanah itu milik BUMN yang ditempati DAMRI,” katanya kepada wartawan di kantor wali kota, Rabu (29/3/2017).

Menurut Deerd, tak ada yang memalang pasar yang terletak di Jalan Percetakan ini sebelum menjadi pasar, apalagi mengatasnamakan adat. Namun pasar ini berdiri megah dan siap ditempati, tiba-tiba saja ada yang memalangnya.

“Tanah pemerintah pusat, dan sudah bangun pasar mama Papua, dengan itu negosiasi sampai enam tahun. Kami urus masalah tanah yang sudah dijadikan pasar mama Papua,” katanya.

“Jadi, tolong untuk hak ulayat tanah adat mohon diperhatikan. Kalau mau minta bayar sama siapa? Harus jelas mau minta ke Pemerintah Provinsi, Kota, Kabupaten atau ke Pemerintah Pusat?” katanya.

Sekda Kota Jayapura R.D Siahaya beberapa waktu lalu mengatakan Pemerintah Kota Jayapura diberi kewenangan untuk mengelola pasar ini.

Menurut Sekda setelah diberi kewenangan mengelola pasar tersebut, pengaturanya pun disesuaikan dengan tempat yang tersedia.

“Kami akan sesuaikan dengan space yang ada dengan komoditi yang dijual. Itu akan dilihat dan mendapat masukan dari pokja di lantai 1 mereka akan berjualan apa? Di lantai 2 jual apa dan lantai 3 jual apa. Lantai 4 akan dipakai pokja dan 24 BUMN untuk melakukan pelatihan-pelatihan kepada pedagang asli Papapu agar mereka lebih bersaing untuk menyiapkan dagangan-dagangan mereka,” katanya.

Siahaya mengatakan, Pokja Papua sedang melakukan pembinaan. Setelah itu dilakukan pelatihan. Pasalnya Pokja ini akan menjadi pusat pelatihan usaha mikro bagi mama-mama Papua. 

“Kami juga meminta penjelasan kepada pihak DAMRI mulai dari pengalihan status tanahnya, karena tanah milik BUMN. Itu tidak bisa dihibahkan begitu saja, tetapi harus ditukargulingkan,” katanya.

Sesuai kesepakatan, lanjutnya, DAMRI dan Pemkot Jayapura akan menggantikan tanah yang dipakai. Tahun ini Pemkot belum mempunyai anggaran. Namun kesepakatan pembayaran tanah akan disampaikan setelah pihaknya melakukan rapat lagi. (*)

Sebelumnya

KNPI Kota Jayapura diminta konsisten

Selanjutnya

DPRP setuju pasar mama-mama dikelola Pemkot Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua