Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kondisi tiga tahanan Polres Nabire memprihatinkan
  • Kamis, 30 Maret 2017 — 17:48
  • 1189x views

Kondisi tiga tahanan Polres Nabire memprihatinkan

Kondisi ketiganya yang memprihatikan ini telah disampaikan Penasehat Hukum kepada Kejaksaan yang menangani perkara dan juga Majelis Hakim yang memimpin persidangan. “Tetapi hal ini tidak diperhatikan hingga saat ini,” katanya.
Tiga tahanan Polres Nabire, Jemmy Magay Yogi, Demianus Magay Yogi dan Aloysius Kayame – Jubi/ist
Angela Flassy
angela@tabloidjubi.com
Editor : Galuwo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Tiga tahanan yang ditahan oleh Polres Nabire, kini dalam kondisi memprihatinkan. Ketiganya tidak mendapatkan akses ke keluarga, rohaniawan, kesehatan diabaikan serta mengalami penyiksaan fisik berupa tangan diborgol selama dititipkan di sel Polres Nabire.

Penasehat hukum para terdakwa,Gustaf Rudolf Kawer dalam rilis yang diterima Jubi, Kamis (30/4/2017), mengatakan ketiga tahanan, yakni Jemmy Magay Yogi, Demianus Magay Yogi dan Aloysius Kayame setelah dipindahkan dari Jayapura ke Nabire pada 5 Februari 2017, kondisi mereka sangat memprihatinkan.

“Mereka hanya diizinkan dikunjungi oleh keluarga seminggu sekali. Tidak dikunjungi rohaniawan. Juga tidak mendapat perawatan kesehatan secara memadai. Selama di dalam tahanan tangan mereka diborgol. Borgol dilepas hanya saat hendak mandi dan buang air,” kata Gustaf.

Kondisi ketiganya yang memprihatikan ini telah disampaikan Penasehat Hukum kepada Kejaksaan yang menangani perkara dan juga Majelis Hakim yang memimpin persidangan. “Tetapi hal ini tidak diperhatikan hingga saat ini,” katanya.

Jemmy Magay Yogi dan Demianus Magay Yogi ditangkap Aparat Kepolisian Daerah Papua pada 16 Oktober 2016 di Perumnas IV, Padang Bulan, Distrik Heram, Kota Jayapura. Aloysius Kayame ditangkap aparat Polda Papua pada 13 Oktober 2016 di parkiran Bandara Udara Sentani, Kabupaten Jayapura.

Ketiganya ditangkap dengan sangkaan/tuduhan Pengancaman, Pemerasan, Kepemilikan Senjata Api dan Makar, tuduhan tersebut berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada 31 Januari 2015 di Kampung Wotay, Distrik Yatamo, Kabupaten Paniai.

“Tindakan yang sebenarnya dilakukan oleh para tersangka/terdakwa adalah menuntut ganti rugi akibat lokasi/tanah adat mereka yang digunakan untuk pembangunan jalan,” jelas Gustaf.

Setelah menjalani proses pemeriksaan dan ditahan hingga 9 Desember 2016, Jemmy Magay Yogi dan Demianus Magay Yogi dialihkan penahanannya ke Kejaksaan Negeri Nabire dan oleh Kejaksaan Negeri Nabire mereka dititipkan di sel Polres Nabire.

Sedangkan Aloysius Kayame yang dialihkan penahanannya oleh Polda Papua pada 5 Februari 2017 ke Kejaksaan Negeri Nabire. Oleh Jaksa, ia dititipkan di sel Polres Nabire. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Legislator: Stop alasan DPO, untuk legalkan penembakan warga sipil di Papua

Selanjutnya

Ketua Gapensi Papua: Jangan selalu mengatasnamakan OAP

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe