Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Veto Obama kalah, korban 9 September bisa tuntut Arab Saudi
  • Kamis, 29 September 2016 — 08:00
  • 1030x views

Veto Obama kalah, korban 9 September bisa tuntut Arab Saudi

Kekalahan itu merupakan pukulan bagi Obama serta Arab Saudi, salah satu dari sekutu Amerika Serikat paling lama di dunia Arab, dan beberapa anggota parlemen yang mendukung veto sudah berencana untuk mengangkat kembali masalah ini.
Presiden AS, Barack Obama - gainako.com
Victor Mambor
Editor :

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Kongres Amerika Serikat (AS) pada hari Rabu (28/9/2016) menolak veto Presiden Barack Obama atas undang-undang yang memungkinkan keluarga korban serangan 11 September menuntut Arab Saudi. Ini penolakan veto pertama Obama sejak menjabat presiden AS, hanya empat bulan sebelum jabatannya berakhir.

Di DPR AS  veto ditolak oleh 348 anggota dan diterima oleh 77 anggota lainnya. Ini terjadi hanya beberapa saat setelah Senat AS menolak veto Obama dengan perbandingan suara 97-1. Ini berarti "Justice Against Sponsors of Terrorism Act" akan menjadi hukum di negara adi daya ini.

Kekalahan itu merupakan pukulan bagi Obama serta Arab Saudi, salah satu dari sekutu Amerika Serikat paling lama di dunia Arab, dan beberapa anggota parlemen yang mendukung veto sudah berencana untuk mengangkat kembali masalah ini.

Obama mengatakan, dia pikir Kongres telah membuat kesalahan, mengulangi keyakinannya bahwa undang-undang yang ditetapkan bisa menjadi preseden berbahaya dan menunjukkan bahwa pertimbangan politik berada di balik pemungutan suara.

"Jika Anda dianggap sebagai orang yang menentang keluarga korban 9/11 tepat sebelum pemilu, tidak mengherankan, itu sulit untuk membuat keputusan. Tapi itu akan menjadi hal yang benar untuk dilakukan," kata Obama pada CNN.

Kali ini hampir semua pendukung Demokrat terkuat di Kongres bergabung dengan Partai Republik untuk melawan Obama di salah satu tindakan terakhirnya sebelum meninggalkan Washington untuk melakukan kampanye pemilihan 8 November.

"Mengalahkan veto presiden adalah sesuatu yang tidak bisa dianggap enteng. Tapi itu penting, dalam hal ini, keluarga korban 9/11 diizinkan untuk mengejar keadilan, bahkan jika itu menyebabkan beberapa ketidaknyamanan diplomatik," kata Senator Charles Schumer, Senat Demokrat, dalam sebuah pernyataan.

Schumer mewakili New York, lokasi World Trade Center dan rumah bagi hampir 3.000 korban dan keluarga korban tewas dalam serangan tahun 2001,.

Dukungan atas "Justice Against Sponsors of Terrorism Act" dipicu oleh ketidaksabaran di Kongres atas Arab Saudi yang catatan hak asasi manusianya dianggap promosi bentuk paling parah dari Islam, terikat militansi dan kegagalan untuk berbuat lebih banyak dalam mengurangi krisis pengungsi internasional. (*)

loading...

Sebelumnya

Bocah 14 tahun, tembak ayah kandungnya hingga tewas

Selanjutnya

OPEC turunkan produksi minyak

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe