Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Ratusan motor terjaring dalam razia terpadu 
  • Kamis, 30 Maret 2017 — 17:57
  • 1035x views

Ratusan motor terjaring dalam razia terpadu 

“Jika ada yang kurang dari kelengkapan tersebut, maka akan ditindak langsung di tempat dengan mengambil blangko tilang, lalu menuju ke meja sidang. Selanjutnya diarahkan ke pihak bank untuk membayar sesuai jenis pelanggarannya,” katanya kepada Jubi di Sentani, Kamis (30/3/2017).
Petugas lantas saat memeriksa kelengkapan kendaraan di Sentani – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Ratusan motor di Sentani, Kabupaten Jayapura terjaring dalam razia terpadu yang melibatkan Satuan Lantas Polres Jayapura, Dinas Perhubungan Jayapura, Kejaksaan, Pengadilan Negeri Jayapura dan BRI cabang Sentani.

Kepala Satuan Lalulintas Polres Jayapura, AKP Leonardo Yoga mengatakan, razia ini dilakukan untuk meningkatkan kesadaran berlalu lintas masyarakat. Tiap pengembara diperiksa kelengkapan surat-surat dan kelengkapan kendaraannya.
 
“Jika ada yang kurang dari kelengkapan tersebut, maka akan ditindak langsung di tempat dengan mengambil blangko tilang, lalu menuju ke meja sidang. Selanjutnya diarahkan ke pihak bank untuk membayar sesuai jenis pelanggarannya,” katanya kepada Jubi di Sentani, Kamis (30/3/2017).
 
Ia pun mengharapkan agar kegiatan seperti ini dilaksanakan secara rutin.
 
Senada dikatakan Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Pendapatan Daerah Bidang Samsat, Orpa Komdameha. Orpa meminta agar razia digelar rutin untuk meningkatkan kesadaran berlalu-lintas dan taat pajak.
 
Menurutnya kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor di daerah ini masih rendah. Padahal sosialisasi dilakukan secara rutin, baik melalui media massa, maupun melalui papan reklame, baliho dan pengumuman yang dipasang di tempat-tempat umum.
 
Hakim pada Pengadilan Negeri Jayapura, Herlin S. mengatakan, dari proses persidangan yang dilakukan rata-rata pelanggar yang disidangkan terkait kepemilikan dan kelengkapan kendaraan, seperti Surat Ijin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK).
 
Sanksi yang dikenakan dalam persidangan kali ini, lanjutnya, yaitu pembayaran denda, karena pelanggar melanggar Undang-Undang No 22 Tahun 2009 tentang Lalulintas pasal 281 tentang kepemilikan surat-surat dan kelengkapan kendaraan. 

“Jadi, sanksinya mereka langsung membayar di teras BRI, untuk pelanggar yang tidak membawa SIM jumlah dendanya Rp100.000. Kalau tidak memiliki STNK dan SIM maka dendanya Rp 250.000,” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

DPRD minta KPU dan Panwaslu Jayapura diganti  

Selanjutnya

Enam SMK di Jayapura siap ikuti UNBK 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe