Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Faktor kesiapan siswa, alasan sekolah belum terapkan Kurikulum 2013
  • Kamis, 30 Maret 2017 — 18:06
  • 1052x views

Faktor kesiapan siswa, alasan sekolah belum terapkan Kurikulum 2013

“Sekolah bukan kebutuhan bagi anak tersebut, mengapa, karena anak-anak golongan tersebut ketika teman-temannya memilih sekolah A, maka anak tersebut juga ikut ke sekolah A, begitu pun kalau temannya tidak masuk sekolah anak tersebut juga ikut tidak masuk sekolah,” katanya ketika dikontak Jubi, Rabu (29/3/2017).
Siswa SMA Satria Jayapura sedang mengikuti USBN (Ujian Sekolah Berstandar Nasioal) Maret 2017 – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Beberapa sekolah di Jayapura menimbang faktor kesiapan siswa sebagai alasan belum diterapkannya Kurikulum 2013 yang terkenal dengan K-13.

Kepala SMA Satria, Effendi Ibrahim beralasan karena siswanya kebanyakan latah atau hanya ikut-ikutan ke sekolah.
 
“Sekolah bukan kebutuhan bagi anak tersebut, mengapa, karena anak-anak golongan tersebut ketika teman-temannya memilih sekolah A, maka anak tersebut juga ikut ke sekolah A, begitu pun kalau temannya tidak masuk sekolah anak tersebut juga ikut tidak masuk sekolah,” katanya ketika dikontak Jubi, Rabu (29/3/2017).

Jika pendidikan menjadi sebuah kebutuhan, lanjut Effendi, anak tersebut akan merasa rugi jika terlambat, tidak masuk sekolah, atau memiliki nilai yang kurang dalam mata pelajaran. Sehingga memacu dirinya mendapatkan nilai yang lebih baik di setiap mata pelajaran.

“Untuk mengatasi ini, kami hanya satu kali seminggu menerapkan K13, diselang-selingi di mata pelajaran, jadi kami meramu dua kurikulum, KTSP dan K13, tapi masih dominan menggunakan KTSP,” ujarnya.
 
Menurutnya materi di K13 dan KTSP sama, hanya penjabaran yang berbeda, karena setiap item materi pemberian pemahaman kepada siswa berbeda.

“Kalau K-13, 50 persen diberikan kebebasan kepada peserta didik untuk menggali materi, sementara di sekolah kami peserta didik kebanyakan latah, ini bukan hanya di sekolah kami saja terjadi tetapi di sekolah-sekolah lain pun terjadi hal serupa,” katanya.

Kepala SMA YPPK Diaspora, Erens Sanggew beralasan, sekolahnya belum menerapkan K-13 karena banyak sekali perubahan dilakukan pemerinah pusat, sehingga membuatnya pusing.
 
“Namun ke depan K-13 akan diterapkan di sekolah kami, seharusnya 2010 semua sekolah sudah harus menerapkan K-13, tetapi kami belum, mudah-mudahan 2018 kami sudah bisa terapkan,” ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Terkait USBN berbasis komputer, Disdikbud puji PLN dan Telkom

Selanjutnya

Satgas Kaki Telanjang akan bertugas di Koroway

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe