PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Penkes
  3. Satgas Kaki Telanjang akan bertugas di Koroway
  • Jumat, 31 Maret 2017 — 09:32
  • 538x views

Satgas Kaki Telanjang akan bertugas di Koroway

“Sebelum itu ada tim tanggap darurat bentukan Dinkes yang akan turun bulan depan (April), setelah mendapat laporan dan penanganan dari tim tanggap darurat baru saya turunkan tim Satgas Kaki Telanjang untuk bertugas di sana, Satgas ini akan dikontrak selama dua tahun,” katanya Giyai kepada wartawan di Jayapura, Kamis (30/3/2017).  
Demonstrasi mahasiswa peduli Koroway di depan kantor Dinas Kesehatan Provinsi Papua, Kota Jayapura, Rabu (29/03/2017) - Jubi/Benny Mawel.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai berjanji akan menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang atau Terapung pada Mei 2017 untuk bertugas di wilayah Koroway mengatasi masalah kesehatan di wilayah tersebut.

“Sebelum itu ada tim tanggap darurat bentukan Dinkes yang akan turun bulan depan (April), setelah mendapat laporan dan penanganan dari tim tanggap darurat baru saya turunkan tim Satgas Kaki Telanjang untuk bertugas di sana, Satgas ini akan dikontrak selama dua tahun,” katanya Giyai kepada wartawan di Jayapura, Kamis (30/3/2017).
 
Giyai berterima kasih kepada masyarakat yang peduli kepada masyarakat di Koroway yang hingga kini masih minim pelayanan kesehatan.
 
“Saya secara pribadi berterima kasih kepada masyarakat yang dengan rutin melakukan pelaporan terhadap perkembangan kesehatan di Koroway,masih banyak kekurangan dan kendala yang kami hadapi, khususnya menembus wilayah-wilayah terpencil di Papua, untuk itu saya berharap pemerintah kabupaten juga harus aktif melihat masyarakatnya,” ujarnya.
 
Dikatakan, selama ini Dinkes Papua telah memperjuangkan pelayanan kesehatan bergerak atau mobile strategi dari rumah ke rumah atau dari kampung terisolasi ke kampung terjauh. Namun karena kebijakan pemerintah daerah yang bervariasi membuat pelayanan sedikit tersendat.
 
“Ada Pemda yang berpihak ke rakyat termarghinal dan ada juga masa bodoh dengan rakyatnya, seandainya alokasi dana cukup maka saya yakin dan percaya semua lokasi atau kampung terisolasi pasti tertanggani, mari kita bergandengan dengan terus berupaya agar pada 2018 walau dengan alasan apapun semua daerah yang terisolir bisa terjangkau oleh tenaga kesehatan,” katanya.
 
Sebelumnya, Sekretrais Tim Peduli Kesehatan Rimba Papua Soleman Itlay mengatakan, 64 orang Koroway di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo telah meninggal dunia kurun 2011-2017 karena tidak adanya pelayanan kesehatan yang memadai. (*)
 

Sebelumnya

Faktor kesiapan siswa, alasan sekolah belum terapkan Kurikulum 2013

Selanjutnya

Permintaan peserta KB baru meningkat di Papua  

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua