Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. OPEC turunkan produksi minyak
  • Kamis, 29 September 2016 — 08:58
  • 791x views

OPEC turunkan produksi minyak

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai kesepakatan "bersejarah" untuk menurunkan produksi minyak dari 33,24 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel atau 33 juta barel per hari.
Kantor OPEC. -- britannica.com
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 22:57 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:49 WP
Features |
Kamis, 22 Februari 2018 | 07:39 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Aljir, Jubi - Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) mencapai kesepakatan "bersejarah" untuk menurunkan produksi minyak dari 33,24 juta barel per hari menjadi 32,5 juta barel atau 33 juta barel per hari.

Presiden OPEC Mohammed Bin Saleh Al-Sada mengatakan dalam konferensi pers setelah pertemuan luar biasa selama enam jam, bahwa anggota kartel mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi minyak mereka.

Pejabat OPEC memuji upaya-upaya yang dilakukan oleh Aljazair, yang menawarkan kesempatan untuk mengumpulkan para anggota OPEC dan memutuskan masalah penting yang berkaitan dengan pasar minyak. Al-Sada mencatat bahwa para peserta sepakat untuk membentuk sebuah komite guna mempertimbangkan pangsa produksi dari setiap negara anggota, dan kemudian mengajukan laporan ke pertemuan OPEC berikutnya yang akan diselenggarakan di Wina pada November.

Dia lebih lanjut menunjukkan bahwa komite juga dimaksudkan mengkoordinasikan kesepakatan bersama antara anggota kartel dalam upaya untuk mempercepat proses "rebalancing" pasar minyak, mengatakan kedua produsen OPEC dan non-OPEC (dalam referensi untuk Rusia) harus berbagi beban menyesuaikan produksi.

Ketika ditanya apakah hasil pertemuan Aljir akan mendorong harga minyak lebih tinggi, ia mencatat bahwa pasar adalah satu-satunya faktor yang mengontrol harga.

Sebelumnya pada Rabu pagi, laporan menunjukkan bahwa Aljazair telah mengusulkan anggota-anggota OPEC untuk memangkas produksi minyak sebesar 796.000 barel per hari.

Negara Afrika Utara itu mengusulkan Arab Saudi, salah satu produsen minyak utama, untuk membatasi pasokan menjadi sekitar 10,3 juta barel per hari. Ia juga mengusulkan Iran untuk membatasi pasokannya menjadi 3,7 juta barel per hari.

Perdana Menteri Aljazair Abdelmalek Sellal pada Selasa bertemu dengan Wakil Menteri Perminyakan Arab Saudi, Pangeran Salman bin Abdul Aziz bin Salman Al-Saud dan Menteri Perminyakan Iran Bijan Namdar Zanganeh.

Sellal berusaha untuk mendekatkan perbedaan pandangan antara Iran dan Arab Saudi untuk memfasilitasi proses pertemuan informal OPEC yang dipandang sebagai kesempatan guna mencapai kesepakatan pembekuan atau pengurangan produksi minyak.

Aljazair melakukan upaya-upaya diplomatik yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir untuk membujuk OPEC dan produsen non-OPEC untuk berkumpul dalam pertemuan "informal" di Aljir guna menghidupkan kembali pasar minyak yang merosot.

Menteri Energi Aljazair Noureddine Bouterfa mengatakan awal pekan ini bahwa harga minyak pada 50 hingga 60 dolar AS per barel akan menguntungkan bagi konsumen dan produsen, karena akan membantu menjaga investasi dan karena itu menjamin ketersediaan produk energi utama ini dalam jangka panjang. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Veto Obama kalah, korban 9 September bisa tuntut Arab Saudi

Selanjutnya

Kepolisian Sri Lanka gali makam wartawan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 6654x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 3304x views
Penkes |— Rabu, 21 Februari 2018 WP | 2718x views
Lapago |— Jumat, 16 Februari 2018 WP | 2364x views
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe