Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Penkes
  3. Permintaan peserta KB baru meningkat di Papua  
  • Sabtu, 01 April 2017 — 02:28
  • 801x views

Permintaan peserta KB baru meningkat di Papua  

“Ini menunjukkan prospek yang baik, kesadaran masyarakat untuk menggunakan metode kontrasepsi sudah tinggi, hal ini akan berakibat positif bagi perkembangan keluarga demi mencapai tujuan keluarga sejahtera di Papua,” katanya.  
Suasana konseling Keluarga Berencana yang berlangsung di Aula BKKBN perwakilan Papua beberapa waktu lalu – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Permintaan peserta baru KB (Keluarga Berencana) di Papua meningkat pada Januari-Februari 2017. Dari fasilitas kesehatan (faskes) KB melalui jalur pemerintahan 3.456 peserta dan faskes swasta 384 peserta dari seluruh kabupaten-kota.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Adpin Perwakilan BKKBN Provinsi Papua, Yusuf Manan kepada Jubi, Kamis (30/3/2017).

“Ini menunjukkan prospek yang baik, kesadaran masyarakat untuk menggunakan metode kontrasepsi sudah tinggi, hal ini akan berakibat positif bagi perkembangan keluarga demi mencapai tujuan keluarga sejahtera di Papua,” katanya.
 
Menurut Yusuf, terbanyak adalah penggunaan suntik dari Faskes KB pemerintah sebanyak 1.954 peserta dan swasta 241 peserta. Sedangkan terbanyak kedua motode pil 631 peserta faskes KB pemerintah dan 67 swasta.
 
“Untuk metode operasi wanita faskes KB pemerintah 139 peserta dan faskes KB swasta 42 peserta, sedangkan untuk metode operatif pria (MOP) masih nihil, harapannya kepada kaum bapak untuk sadar melakukan MOP,” ujarnya.
 
Disinggung penggunaan metode kontrasepsi khusus untuk Kota Jayapura, Yusuf Manan mengaku belum melakukan rekapitulasi menurut wilayah. Rekap baru akan dibuat per wilayah pada akhir tahun.
 
Kepala BKKBN Perwakilan Papua Charles Brabar mengatakan, untuk jumlah peserta KB aktif per Februari se-Papua untuk seluruh tahapan pelayanan kesehatan sebanyak 118.154.
 
“Dari total itu yang terbanyak pada metode suntik 69.818 peserta dan paling sedikit pada MOP 326 peserta,” ujarnya ketika dikontak Jubi.
 
Wilpret Siagian, warga Kota Jayapura mengaku dulu istrinya menggunakan alat kontrasepsi model suntik. Tujuan untuk mengatur jarak kehamilan.
 
“Kami hanya memiliki dua anak, namun bukan berarti kami memegang teguh prinsip dua anak cukup, saya dan istri hanya ingin membangun rumah tangga dengan baik tanpa harus dipusingkan dengan keperluan yang mendesak,” katanya. (*)
 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Satgas Kaki Telanjang akan bertugas di Koroway

Selanjutnya

37 orang Koroway menderita kaki gajah minta pengobatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe