Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. 37 orang Koroway menderita kaki gajah minta pengobatan
  • Sabtu, 01 April 2017 — 02:32
  • 1291x views

37 orang Koroway menderita kaki gajah minta pengobatan

"Saya mau sembuh dari sa sakit ini," ungkap pria yang baru pertama kali keluar Koroway ini kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/03/2017) malam.
Manuel Warita saat diwawancara Jubi – Jubi/Benny Mawel.
Benny Mawel
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Imanuel Warita, satu dari 37 orang asli Koroway yang menderita penyakit kaki gajah (filariasis) di Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo sangat berharap bantuan pengobatan.

"Saya mau sembuh dari sa sakit ini," ungkap pria yang baru pertama kali keluar Koroway ini kepada Jubi di Abepura, Kota Jayapura, Papua, Kamis (30/03/2017) malam.

Ia menyebut ada puluhan orang Koroway lain yang sama nasibnya dengan dia. Mereka masih berada di kampung-kampung, dusun, dan bevak. Mereka menati menanti petugas kesehatan datang ke daerah mereka.

"Sebanyak 190 orang lain sakit, kita tidak berobat, kadang daun gatal saja, tapi itu bukan untuk kaki bengkak, penyakit lain pakai daun gosok itu," kata pria yang sudah kehilangan ayah ibu dan dua orang saudara tuanya akibat sakit yang tidak pernah diketahuinya.

Jhoni Ahayon, Sekretaris Komunitas Peduli Kemanusiaan Daerah Terpencil (Kopkedat) di Papua mengatakan, pihaknya baru berhasil mendata 37 orang Koroway menderita kaki gajah. Sedangkan penderita penyakit lainnya belum terdata.

"Ini data  tiga kampung di Distrik Seradala saja, belum Koroway yang luas," kata pria yang bersama Yan Akobiarik membentuk Kopkedat pada 2015 dan masuk ke wilayah itu.

Ketua Kopkedat Yan Akobiarik mengatakan, penyebab penderita kaki gaja belum bisa dipastikan. Karena di Kopkedat tidak ada yang membidangi kesehatan. Karena itu pihaknya masih menanti petugas medis menangani para penderita.

"Karena kami ini orang awam jadi itu filariasis atau apa belum tahu, kami butuh dokter yang bisa memeriksa dan memberikan pengobatan," ujarnya. 

Soleman Itlay, Sekretaris Tim Peduli Kesehatan Rimba Papua mengatakan, penderitaan orang Koroway itu tugas pemerintah. Pemerintah yang harus memenuhi hak atas kesehatan masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Papua drg. Aloysius Giyai berjanji akan menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Kaki Telanjang atau Terapung pada Mei 2017 untuk bertugas di wilayah Koroway mengatasi masalah kesehatan di wilayah tersebut. (*)

loading...

Sebelumnya

Permintaan peserta KB baru meningkat di Papua  

Selanjutnya

Puskesmas Sentani belum miliki toilet untuk pengunjung

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2796x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2583x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1493x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1283x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe