Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Orangtua harus tanggung jawab terhadap anaknya
  • Sabtu, 01 April 2017 — 12:46
  • 1344x views

Orangtua harus tanggung jawab terhadap anaknya

“Yang namanya anak-anak itu tanggung jawabnya ada di orangtuanya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. 
Anak-anak sekolah di Sentani, Kabupaten Jayapura mengendari motor ke sekolahnya – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Timoteus Marten
LipSus

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi - Orangtua harus membimbing anak-anaknya dalam menggunakan kendaraan roda dua untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya.

Hal tersebut dikatakan Kepala Satlantas Polres Jayapura, AKP Leonardo Yoga ketika ditemui Jubi saat razia terpadu di Sentani, Kamis (30/3/2017). 

“Yang namanya anak-anak itu tanggung jawabnya ada di orangtuanya dalam kehidupan sehari-hari,” katanya. 

Menurutnya kesadaran dalam mengemudi itu sangat penting. Pengendara pun harus mempunyai SIM (Surat Izin Mengemudi). 

“Berdasarkan aturan mengemudi itu minimal 17 tahun ke atas dan tidak ada perlakuan istimewa. Jadi, dalam tindakan razia begitu langsung ditindak,” katanya. 

Ia mengatakan pihaknya melakukan sweeping di beberapa tempat dan mengunjungi sekolah-sekolah untuk menyadarkan dan mengurangi kecelakaan berkendara. 

“Untuk mengurangi angka kecelakan itu salah satunya sweaping dan patroli di daerah-daerah rawan kecelakaan. Kami melakukan sosialisasi itu sering. Kami berkunjung ke beberapa sekolah. Itu di SMA 1 Sentani, SMK N 1 Sentani  dan SMP 2 Sentani,” katanya. 

Orangtua siswa, Yohanes Wenda mengatakan, dalam memberikan izin kepada anak-anak untuk mengemudi motor kembali pada orangtuanya.

“Kita sebagai orang tua harus tahu efek positif dan negatifnya. Jangan hanya memberikan anak motor begitu saja. Apakah dia sudah cocok untuk mengemudi atau tidak? Terus untuk apa juga dia belajar motor kalau ke sekolah saja masih diantar orangtua? Saya pikir polisi kalau larang itu tidak salah itu hal yang wajar saja,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

19 kepala distrik ditangkap, masyarakat diminta tenang  

Selanjutnya

Warga keluhkan akses transportasi ke kota

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe