Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Warga keluhkan akses transportasi ke kota
  • Sabtu, 01 April 2017 — 12:49
  • 1367x views

Warga keluhkan akses transportasi ke kota

“Hujan berturut-turut mengakibatkan kami susah untuk berjualan di kota. Jalan rusak jadi kendaraan angkutan umum tujuan Demta susah untuk masuk,” katanya kepada Jubi di Sentani, Jumat (31/3/2017).
Warga Kampung Tarfia, Lince Tabuni saat menjual ikan hasil tangkapan di Sentani – Jubi/Yance Wenda
Yance Wenda
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Sentani, Jubi – Warga mengeluhkan akses transportasi dari Kampung Tarfia, Distrik Demta menuju Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura untuk menjual hasil kebun dan lautnya. 

Warga Kampung Tarfia, Tarfia Lince Tabuni mengatakan, mereka kerap mengalami kesulitan karena jalan rusak sehingga harus melalui laut ke kota. 

“Hujan berturut-turut mengakibatkan kami susah untuk berjualan di kota. Jalan rusak jadi kendaraan angkutan umum tujuan Demta susah untuk masuk,” katanya kepada Jubi di Sentani, Jumat (31/3/2017).

Lince mengatakan, untuk membawa hasil bumi dan tangkapan seperti ikan, pisang, ubi-ubian dan sayur-sayuran dirinya harus star dari kampung pukul 03.00 WIT dinihari untuk menumpangi perahu hingga ke Depapre. 

“Kami yang mau ke pasar itu bangun pagi baru tunggu perahu yang nanti antar dari kampung ke terminal Depapre. Di terminal Depapre itu kami tiba pukul 8.00 – 9.00 WIT pagi menjelang siang,” katanya. 

Mereka bahkan harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk membiayai perjalanan demi menjual hasil-hasil kebun dan laut. 

“Kita pakai speedboat itu tergantung ikan yang kami tangkap. Kalau tangkapan banyak itu Rp 50.000. Kalau tidak itu kurang dari Rp 30.000, dan transpor yang kami pakai dari Depapre itu Rp 150.000 –Rp 200.000 kami pakai mobil untuk sampai ke Pasar Pahara Sentani. Kami tidak bisa tahan ikan lama-lama agar tidak membusuk,” katanya. 

Ia berharap pemerintah segera memperbaiki jalan rusak sehingga masyarakat tak susah-susah menggunakan perahu ke kota. 

“Dalam pembuatan jalan ini harap diperhatikan dengan baik. Apalagi medan ke Demta itu parah, yang bisa lewat hanya motor. Mobil susah sekali,” katanya. 

Warga lainnya, Afryk Yoman mengatakan dirinya mengurungkan niatnya ke Demta hingga jalan diperbaiki. 

“Saya biasa ke Demta cari ikan, makan di sana. Cuma jalan rusak jadi saya tidak ke sana dulu. Nanti jalan sudah baik baru saya mau naik (ke Demta),” katanya. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Orangtua harus tanggung jawab terhadap anaknya

Selanjutnya

Sekelompok warga protes PSU di KPU Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe