Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perjuangan menyelamatkan laguna Muri di Kepulauan Cook
  • Minggu, 02 April 2017 — 10:13
  • 923x views

Perjuangan menyelamatkan laguna Muri di Kepulauan Cook

Berbagai pihak di Kepulauan Cook kini tengah berjuang menyelamatkan laguna Muri di Rarotonga. Kendati banyak pihak terlibat, namun pesimisme merebak karena upaya penyelamatan itu dinilai terlambat.
Laguna Muri, salah satu tujuan wisata Kepulauan Cook/RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor :

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Rarotonga, Jubi – Berbagai pihak di Kepulauan Cook kini tengah berjuang menyelamatkan laguna Muri di Rarotonga. Kendati banyak pihak terlibat, namun pesimisme merebak karena upaya penyelamatan itu dinilai terlambat.

Dua masalah utama laguna Muri yaitu rebakan alga dan pemutihan karang. Keduanya disebabkan kerusakan ekosistem air di laguna tersebut.

Kendati demikian, laguna Muri masih menjadi salah satu tujuan utama wisata di Kepulauan Cook. Hingga pekan lalu, wisatawan baik domestik maupun asing terus berdatangan ke laguna untuk melakukan olahraga hiburan seperti snorkeling di perairan dangkal yang hangat tersebut.  

“Laguna ini sangat tepat bagi kami mengingat kami tidak terlalu tahan berada dalam air, kecepatan arusnya pun cukup. Kita bisa snorkel di pantai. Laguna ini sempurna,” ujar salah seorang wisatawan yang baru datang dari Kanada, Richard Smith.

Duduk di samping Richard, salah seorang wisatawan lainnya, Hamish Whistler. Ia baru selesai melakukan snorkeling di laguna. “Tidak terlalu buruk kok, masih ada kehidupan laut di bawah, namun terkonsentrasi di beberapa karang yang tertinggal. Sepertinya memang lebih baik di masa sebelumnya, terlihat juga bekas karang-karang yang sudah mati dan memutih. Tidak terlalu baik, tapi oke lah,” ujarnya.

Salah seorang penduduk asli laguna, Graham Taylor, tidak sependapat dengan Hamish. Graham yang berjalan mengitari laguna dua kali sehari itu tahu betul perubahan keadaan karang di laguna.

Ia memang masih berenang di laguna dan tidak ada dampak kesehatan yang dirasakannya. Namun, warnanya telah berubah. “Kadang ada baunya. Jika Anda menggali pasir, ada lumpur di dasarnya, pasir biru, saya tidak pernah melihat ada pasir biru sebelumnya,” ujarnya.

Eksploitasi Industri

Kerusakan alam di laguna ini seakan tidak dirasakan para wisatawan dan pemerintah Kepulauan Cook. Meski sudah rusak, namun Laguna Muri masih dijadikan tujuan wisata andalan oleh pemerintah.

Hampir 60 persen pendapatan negara diperoleh dari sektor pariwisata dan peran Laguna Muri sangat besar di dalamnya. Pemerintah terus mempromosikan Laguna Muri kendati beberapa pekan terakhir rumput laut telah mati di kawasan itu.

“Laguna Muri adalah tempat wisata yang paling sering difoto wisatawan yang datang ke Kepuluan Cook,” ujar kepala eksekutif Cook Islands Tourism Corporation, Halatoa Fua.

Beberapa penyebab rusaknya laguna Muri antara lain kebocoran septic tank, limbah hotel-hotel sekitar, temperatur udara yang panas dan penimbunan pasir serta batu di laguna. Hujan yang terjadi akhir-akhir ini juga dipercaya berada di balik hilangnya rumput laut laguna.

Fua mengakui bahwa banyak kelalaian dalam penanganan isu ini dalam jangka panjang. Banyak sekali pekerjaan yang harus dilakukan untuk membuat sistem sanitasi yang lebih baik.

Pemerintah Kepulauan Cook baru-baru ini mengontrak sebuah lembaga konsultan yang berbasis di Selandia Baru, GHD. Dalam program pemerintah bertajuk Te Mato Vai Project Steering Group, konsultan ini akan menyediakan rencana proyek selama 15 hingga 18 bulan mendatang untuk perbaikan sanitasi.

Kehadiran konsultan ini ditentang oleh salah seorang pemimpin tradisional area Muri, Manavaroa Mataiapo Tutara Philip Nicholas. Menurut dia, seharusnya pemerintah tidak perlu menghabiskan uang lagi untuk membayar konsultan. Sebaiknya, segera lakukan aksi nyata.

Ia mengusulkan pengerukan pasir yang ada di saluran menuju laguna karena selama bertahun-tahun, pasir telah menyumbat saluran tersebut hingga kini kedalaman saluran hanya tinggal 1,5 meter.

“Jika kita bisa kesana dan mengeruk pasir itu, kita bisa cepat melihat perbaikan cepat di laguna Muri hingga ke Avana,” ujarnya.

Kerusakan lingkungan di laguna Muri telah diperingatkan oleh Bank Pembangunan Asia (ADB) pada tahun 2009. Saat itu, ADB juga memperingatkan bahwa ini bisa membahayakan industri pariwisata Kepulauan Cook.

Kurangi Limbah

Upaya lain juga dilakukan oleh Komunitas Te Ipukarea. Mereka berjuang mengampanyekan kesadaran lingkungan, terutama isu kelautan. Koordinator komunitas, Kelvin Passfield berpendapat bahwa pengerukan pasir yang diusulkan adalah solusi jangka pendek.

Cara lain yang bisa dilakukan dalam jangka panjang yaitu dengan cara mengurangi jumlah limbah buangan ke laguna. “Masalahnya yaitu kini pemerintah masih terus memberikan izin pembangunan hotel dan resort di area pantai yang berpotensi makin memperparah masalah ini,” tuturnya.

Menurut Kelvin, para ilmuwan dan insinyur seharusnya menyerahkan laporan komprehensif dan proposal desain sistem pembuangan limbah yang lebih baik. “Peluang perbaikan sangat kecil tanpa intervensi nyata dan diikuti langkah rehabilitasi. Solusi jangka pendek tidak akan mengatasi masalah ini,” tuturnya.

Upaya penyelamatan laguna ini juga bisa dilakukan oleh para wisatawan. Salah seorang turis dari Kanada, Barbara Gibson menyarankan agar wisatawan ikut serta, misalnya dengan cara membayar pajak penyelamatan lingkungan. “Jika uang itu memang digunakan untuk penyelamatan lingkungan, saya pikir setiap turis akan bahagia untuk berkontribusi,” katanya. **

 

 

loading...

Sebelumnya

Kisah perebutan Matthew dan Hunter oleh Vanuatu dan Kaledonia Baru

Selanjutnya

Partai Federasi Nasional janjikan bangun pabrik gula

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 4883x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2803x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2702x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe