Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lembar Olahraga
  3. STMIK Agamua Wamena diduga gunakan pemain luar di JWW Cup
  • Senin, 03 April 2017 — 07:57
  • 989x views

STMIK Agamua Wamena diduga gunakan pemain luar di JWW Cup

Menurutnya, penggunaan pemain bukan mahasiswa oleh STMIK Agamua Wamena di JWW Cup diketahui setelah pihak BEM STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena melakukan pengecekan data mahasiswa di pangkalan data pendidikan tinggi kementerian ristek dan pendidikan tinggi.
Ketua BEM STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena ketika menunjukan surat protes-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Jean Bisay

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Wamena, Jubi – Tim STMIK Agamua Wamena diduga telah menggunakan pemain luar di ajang turnamen sepak bola antar perguruan tinggi se Papua (JWW Cup), ketika laga final atau pencarian juara pool region Wamena melawan STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Sabtu (25/3/2017).

Hal itu diungkapkan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, Aji Widi Kusuma Jaya kepada wartawan di Wamen, Sabtu (1/4/2016).

Menurutnya, penggunaan pemain bukan mahasiswa oleh STMIK Agamua Wamena di JWW Cup diketahui setelah pihak BEM STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena melakukan pengecekan data mahasiswa di pangkalan data pendidikan tinggi kementerian ristek dan pendidikan tinggi.

“Di situlah kami menemukan sesuai dengan nomor induk mahasiswa 5620114011 bukanlah atas nama Fanklin Oagay tetapi Bilhan F Mansoben, dan yang bermain waktu itu di susunan pemain ialah Franklin Oagay, sehingga kami duga ada pemalsuan data pemain,” kata Aji.

Setelah itu, BEM, manajemen dan pelatih tim STISIP Amal Ilmiah Yapis langsung melakukan protes kepada perangkat pertandingan dan panitia lokal tentang adanya pemain luar yang ikut bermain.

“Panitia lokal hingga kini belum memberi tanggapan, kita juga telah menghubungi ketua panitia JWW Cup, Albert Yomo tetapi tanggapannya bahwa belum ada laporan terkait dengan protes ini, sehingga kita meminta secepatnya diputuskan selambat-lambatnya sebelum technical meeting putaran 8 besar JWW Cup pada tanggal 6 April 2017,” harap Aji.

Sementara ketua panitia turnamen JWW Cup, Albert Yomo ketika dihubungi menegaskan bahwa hingga kini belum ada surat resmi protes dari STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena di ajang turnamen JWW Cup ini.

Menurutnya, ada suatu mekanisme yang harus ditempuh setiap tim untuk melakukan protes seperti membuat secara resmi surat ke panitia ditandatangani dan di cap resmi serta membayar uang protes sebesar Rp500.000.

“Memang waktu itu manager dan pelatih dari STISIP juga sudah telepon saya, namun saya tegaskan bahwa protes yang dilayangkan ada mekanismenya. Namun selama berjalannya turnamen di Wamena, tidak protes sampai STMIK Agamua keluar sebagai juara region dan hingga kini baik ke korwil maupun panitia turnamen tidak ada surat resmi yang diterima,” ujar Yomo.

Bahkan Yomo menilai bahwa seharusnya yang harus diberi sanksi justru dari STISIP Amal Ilmiah Yapis Wamena, setelah di laga final melawan STMIK Agamua pemain mereka melakukan pemukulan ke asisten wasit.

“Jadi, selama prosedur atau mekanisme protes tidak dipenuhi, panitia tidak akan mengakomodir,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Persiwa jangan sampai “tahan kelas” lagi

Selanjutnya

Puncak Cartenz FC taklukkan Volta PLN 1- 0

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe