Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jawa
  3. Risma minta mahasiswa jaga toleransi
  • Senin, 03 April 2017 — 18:25
  • 1124x views

Risma minta mahasiswa jaga toleransi

Dari awal kita memang sudah berbeda. Kalau kita menganggap paling benar sendiri itu kan artinya kita tak pernah hormati apa yang diperjuangkan para pahlawan
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini (Jubi/Tempo.co)
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syam Terrajana

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Surabaya, Jubi - Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta mahasiswa untuk menjaga toleransi dan tidak terprovokasi isu SARA (suku, ras, agama dan antargolongan) yang saat ini berkembang.

"Dari awal kita memang sudah berbeda. Kalau kita menganggap paling benar sendiri itu kan artinya kita tak pernah hormati apa yang diperjuangkan para pahlawan," kata Risma dalam Seminar Nasional "Toleransi Umat Beragama dalam Cita-cita Kebhinnekaan dan Keutuhan NKRI" di Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Senin ( 3/4).

Dalam seminar yang juga dihadiri tokoh-tokoh seperti Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal, Ketua PGW Jatim Pdt Simon Filantropi dan Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri, Risma mengatakan alasan Indonesia dijajah bangsa asing selama ratusan tahun adalah karena kerajaan pada saat itu terpecah-belah.

"Tapi kemudian saat kita sepakat menjadi satu maka kita bisa merdeka, masak iya kita mau terpecah? sama saja melangkah mundur," ujarnya.

Disinggung maraknya demo yang berkaitan dengan SARA akhir-akhir ini, dirinya menenkan untuk saling menghormati. "Kalau kita ngomong kita ini paling benar, maka kita ini seolah-olah Tuhan, karena kita merasa paling benar," ucapnya.

Menurut Risma, Tuhan sengaja menciptakan manusia berbeda agar saling menghormati satu sama lain.

"Tuhan pasti menciptakan semua manusia sama derajatnya. Memang dibuat berbeda itu supaya indah. Kalau sama semua pasti membosankan," tutur Wali Kota perempuan pertama di Surabaya itu.

Sedangkan Ketua PCNU Surabaya Muhibbin Zuhri menyatakan Kebhinnekaan merupakan pra syarat bagi bangunan eksistensi negara.

"Kalau ini kemudian dirusak, maka eksistensi bangsa ini jadi terganggu,”imbuhnya.(*)

 


 


 


 


 

#

Sebelumnya

Mama-Mama Papua gelar demo tolak intervensi Pokja Papua

Selanjutnya

Kaisiepo: Di mana venue PON dibangun, di khayalan?

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe