TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Hari ini SHDRP demo ke Kantor Gubernur Papua
  • Senin, 03 April 2017 — 18:43
  • 959x views

Hari ini SHDRP demo ke Kantor Gubernur Papua

“Tujuan mereka ikut ke Papua adalah untuk  mencari Pekerjaan atau kehidupan yang layak di tanah Papua," ujarnya kepada Jubi melalui selular, Minggu, (2/4/2017).
 Ilustrasi perdagangan manusia - Ist
Abeth You
[email protected]
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
                                    
Paniai, Jubi -  Menyikapi penangkapan, tuduhan dan penahan terhadap Yosep Paragaye, Solidaritas Hukum, HAM dan Demokrasi (SHDRP) akan berdemonstrasi  ke Kantor Gubernur Provinsi Papua, Kota Jayapura, Senin 3 April 2017.

Penanggungjawab aksi, Alius Asso kepada Jubi melalui selular, Minggu, (2/4/2017), mengatakan Yosep Paragaye dari Merauke ke NTT dengan tujuan menyekolahkan anaknya. Ketika hendak kembali ke Papua, ada 13 orang NTT menawarkan diri padanya untuk ikut ke Papua.

“Tujuan mereka ikut ke Papua adalah untuk  mencari Pekerjaan atau kehidupan yang layak di tanah Papua," ujarnya kepada Jubi melalui selular, Minggu, (2/4/2017).

Namun, pada 13 Oktober 2016  Yosep ditangkap tim gabungan TNI dan Polri di desa Tuamese, Kabupaten Timur Tengah Utara, NTT.

"Ia ditahan di Polres TTU dan kemudian dilimpahkan ke LP Kefamenanu, TTU sebagai tahanan kejaksaan," jelasnya. 
Kini Yosep sudah 189 hari ditahan. Menurut Alius, padahal orang-orang desa itu yang berinisiatif  ikut ke Papua

Koodinator lapangan, Stevia mengatakan, Yosep tidak merekrut atau membujuk mereka.

"Banyak orang datang ke Papua dengan tujuan mencari kehidupan yang layak. Memperbaiki ekonomi dan bahkan kini mereka mendapatkan jabatan-jabatan strategis di tanah Papua. Tetapi sebaliknya, ketika orang Papua di negeri mereka, malahan dituduh sebagai pedagang manusia," ujarnya.

Stevia meminta penjelasan dari Pemerintah Provinsi Papua atas kondisi ini. “Jangan lagi ada baru. Kami bukan binatang," pungkasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kaisiepo: Di mana venue PON dibangun, di khayalan?

Selanjutnya

Olipa Gobay: Terima kasih Komnas HAM Perwakilan Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat