TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komnas HAM Papua kunjungi Jemmy Magay dkk
  • Senin, 03 April 2017 — 20:16
  • 590x views

Komnas HAM Papua kunjungi Jemmy Magay dkk

Perwakilan Komnas HAM Papua, Frist Ramandey ketika ditemui Jubi di Nabire, Sabtu (1/4/2017) malah mengatakan, kehadirannya untuk memastikan perlakuan Polisi kepada ketiga tahanan tersebut sesuai dengan prinsip HAM atau tidak.
Satu dari tiga tersangka saat dikunjungi perwakilan Komnas HAM Papua – Jubi/ist
Titus Ruban
[email protected]
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mengunjungi tiga tahanan polres Nabire, Jemmy Magay Yogi, Demianus Magay Yogi dan Aloysius Kayame.

Perwakilan Komnas HAM Papua, Frist Ramandey ketika ditemui Jubi di Nabire, Sabtu (1/4/2017) malah mengatakan, kehadirannya untuk memastikan perlakuan polisi kepada ketiga tahanan tersebut sesuai dengan prinsip HAM atau tidak.

Menurutnya, setelah dicek memang ketiga tahanan dalam keadaan sehat. Hanya saja Polisi mempunyai pertimbangan khusus, sehingga para tahanan ini mendapatkan perlakuan standar pengamanan.

“Alasannya bukan saja soal tahanan akan melarikan diri atau lainnya tetapi juga faktor keamanan tahanan,” kata Frits.

Ketiganya juga tidak ditahan dalam sel umum seperti tahanan lainnya, tetapi di sel terpisah dengan tangan diborgol. Ketika saat makan atau mandi baru borgol dibuka.

 “Kepolisian juga menunjukkan bahwa ketiganya memiliki catatan khusus tentang beberapa tindakan-tindakan sebelumnya,” jelas Frits.

Namun Frits mengaku telah telah meminta kepada pihak kepolisian agar memberikan hak-hak ketiganya sebagai tahanan seperti hak dikunjungi keluarga, hak mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti tahanan lainnya.

“Menurut kami perlakuan masih standar. Dan untuk perlakuan masih diperbolehkan untuk tahanan-tahanan khusus."

Sebelumnya, penasehat hukum ketiga terdakwa, Gustaf R. kawer kamis (30/3/17) mengatakan, ketiga tahanan setelah dipindahkan dari Jayapura ke Nabire kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka hanya diizinkan dikunjungi keluarga sekali seminggu. Tidak dikunjungi rohaniwan, juga tidak mendapatkan perawatan kesehatan secara memadai.

“Selama di dalam tahanan mereka diborgol dan dilepas hanya saat mandi dan buang air,” jelasnya pekan lalu.

Ketiga ditangkap dengan tuduhan pengancaman, pemerasan, kepemilikan senjata api dan makar. Tuduhan tersebut berkaitan dengan peristiwa 31 Januari 2015 di Kampung Wotay, Distrik Yatamo Kabupaten Paniai. (*)
 

loading...

Sebelumnya

Olipa Gobay: Terima kasih Komnas HAM Perwakilan Papua

Selanjutnya

Ditemui Dubes Belanda, DPRP sampaikan soal HAM dan kebebasan berekspresi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat