PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Komnas HAM Papua kunjungi Jemmy Magay dkk
  • Senin, 03 April 2017 — 20:16
  • 374x views

Komnas HAM Papua kunjungi Jemmy Magay dkk

Perwakilan Komnas HAM Papua, Frist Ramandey ketika ditemui Jubi di Nabire, Sabtu (1/4/2017) malah mengatakan, kehadirannya untuk memastikan perlakuan Polisi kepada ketiga tahanan tersebut sesuai dengan prinsip HAM atau tidak.
Satu dari tiga tersangka saat dikunjungi perwakilan Komnas HAM Papua – Jubi/ist
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Perwakilan Papua mengunjungi tiga tahanan polres Nabire, Jemmy Magay Yogi, Demianus Magay Yogi dan Aloysius Kayame.

Perwakilan Komnas HAM Papua, Frist Ramandey ketika ditemui Jubi di Nabire, Sabtu (1/4/2017) malah mengatakan, kehadirannya untuk memastikan perlakuan polisi kepada ketiga tahanan tersebut sesuai dengan prinsip HAM atau tidak.

Menurutnya, setelah dicek memang ketiga tahanan dalam keadaan sehat. Hanya saja Polisi mempunyai pertimbangan khusus, sehingga para tahanan ini mendapatkan perlakuan standar pengamanan.

“Alasannya bukan saja soal tahanan akan melarikan diri atau lainnya tetapi juga faktor keamanan tahanan,” kata Frits.

Ketiganya juga tidak ditahan dalam sel umum seperti tahanan lainnya, tetapi di sel terpisah dengan tangan diborgol. Ketika saat makan atau mandi baru borgol dibuka.

 “Kepolisian juga menunjukkan bahwa ketiganya memiliki catatan khusus tentang beberapa tindakan-tindakan sebelumnya,” jelas Frits.

Namun Frits mengaku telah telah meminta kepada pihak kepolisian agar memberikan hak-hak ketiganya sebagai tahanan seperti hak dikunjungi keluarga, hak mendapatkan pelayanan kesehatan, seperti tahanan lainnya.

“Menurut kami perlakuan masih standar. Dan untuk perlakuan masih diperbolehkan untuk tahanan-tahanan khusus."

Sebelumnya, penasehat hukum ketiga terdakwa, Gustaf R. kawer kamis (30/3/17) mengatakan, ketiga tahanan setelah dipindahkan dari Jayapura ke Nabire kondisinya sangat memprihatinkan. Mereka hanya diizinkan dikunjungi keluarga sekali seminggu. Tidak dikunjungi rohaniwan, juga tidak mendapatkan perawatan kesehatan secara memadai.

“Selama di dalam tahanan mereka diborgol dan dilepas hanya saat mandi dan buang air,” jelasnya pekan lalu.

Ketiga ditangkap dengan tuduhan pengancaman, pemerasan, kepemilikan senjata api dan makar. Tuduhan tersebut berkaitan dengan peristiwa 31 Januari 2015 di Kampung Wotay, Distrik Yatamo Kabupaten Paniai. (*)
 

Sebelumnya

Olipa Gobay: Terima kasih Komnas HAM Perwakilan Papua

Selanjutnya

Ditemui Dubes Belanda, DPRP sampaikan soal HAM dan kebebasan berekspresi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua