Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bomberai
  3. RSUD Kaimana bantah pembuangan limbahnya tak berfungsi
  • Senin, 03 April 2017 — 23:51
  • 1072x views

RSUD Kaimana bantah pembuangan limbahnya tak berfungsi

“Hanya saja sejak bulan Desember 2016 ada gangguan teknis sehingga sistem pengolahan air limbah tidak berjalan. Jadi, kalau bilang tidak berfungsi IPAL RSUD itu keliru,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (1/4/2017). 
RSUD Kaimana – Jubi/Jacob Owen 
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kaimana, Papua Barat membantah tudingan yang menyebutkan Instalasi Pembuangan Air Limbah (IPAL) tak berfungsi karena tidak memiliki dokumen uji kelayakan yang legal dari Lingkungan Hidup. 

Kepala Unit Pengelolaan Manajemen RSUD Kaimana, dr.Frengky Koromad mengatakan, sebelum bergabung dengan Puskesmas memang tak punya IPAL-nya. Namun IPAL sudah ada dan berfungsi dan disertai penampungnya sejak ada SK. 

“Hanya saja sejak bulan Desember 2016 ada gangguan teknis sehingga sistem pengolahan air limbah tidak berjalan. Jadi, kalau bilang tidak berfungsi IPAL RSUD itu keliru,” katanya kepada wartawan di ruang kerjanya, Sabtu (1/4/2017). 

Ia bahkan mengakui belum ditemukan kerusakan soal dokumen AMDAL. “Kami sudah melakukan koordinasi ke sana beberapa bulan lalu, tetapi diarahkan untuk kami gunakan konsultan dan yang setahu kami bukan AMDAL yang kami harus urus karena RSUD Kaimana tipe D,” katanya. 

Ia pun mengharapkan agar ada kerja sama yang baik untuk melayani masyarakat. 

Sebelumnya, Kamis (30/3/2017), Penyidik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kaimana, Binsar Sitanggang mengatakan, semua jenis usaha wajib hukumnya memiliki izin lingkungan dan wajib dilaporkan tiap enam bulan. 

“Kalau yang saya lihat di Bogos itu sistem pengolahan IPAL itu ada berapa tahap. Sampai terakhir sebelum air limbah itu mereka lepas ke tanah, ada kolam yang ditaruh ikan. Kalau ikannya mati berarti air limbah masih berbahaya. Di sini mereka tidak punya dokumen, terus siapa yang bisa memastikan limbah yang mereka tanpung itu tidak berbahaya? Ini semua harus diuji dan yang menguji itu orang lingkungan hidup,” katanya. (Jacob Owen)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

LNG Tangguh disebut tak libatkan OAP 

Selanjutnya

Jelang pesparawi kota Kaimana “dipoles” 

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe