PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ditemui Dubes Belanda, DPRP sampaikan soal HAM dan kebebasan berekspresi
  • Selasa, 04 April 2017 — 07:08
  • 833x views

Ditemui Dubes Belanda, DPRP sampaikan soal HAM dan kebebasan berekspresi

"Anggota dewan juga sudah sampaikan berbagai aspirasi. Di antaranya masalah pelanggaran HAM, kebebasan berekspresi dan beberapa hal lainnya," kata Ferindando Tinal.
Dubes Belanda untuk Indonesia, Rot Swartbol Bersama Para Anggota DPR Papua - Jubi/ Arjuna
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi - Duta Besar Belanda untuk Indonesia, Rot Swartbol menyambangi Gedung DPR Papua, Senin (3/4/2017).
Kehadiran Rot di Parlemen Papua diterima Wakil Ketua II, Ferinando A.Y. Tinal bersama beberapa legislator Papua di antaranya, Laurenzus Kadepa, Elvis Tabuni, Mathea Mamoyaow, Orwan Tolli Wone, Deerd Tabuni, Syamsunar Rasyid, Emus Gwijangge, Tan Wie Long, Sinut Busup, Ignasius W Mimin, Natan Pahabol dan Yakoba Lokbere.

Usai pertemuan tertutup, Ferinando Tinal mengatakan, kedatangan Rot ke Papua merupakan kunjungan rutin. Tujuannya memantau program dan bantuan yang diberikan Pemerintah Belanda dalam pengembangan ekonomi, penguatan hak-hak wanita, air bersih dan di bidang pertanian.

"Anggota dewan juga sudah sampaikan berbagai aspirasi. Di antaranya masalah pelanggaran HAM, kebebasan berekspresi dan beberapa hal lainnya," kata Ferindando Tinal.

Menanggapi berbagai penyampaian anggota dewan, Rot mendengar dan mencatat.

"Beliau mendengarkan berbagai masukan. Tapi beliau tidak bisa memberikan keputusan. Anggota dewan juga meminta, ke depan, dewan diberitahukan ketika ada bantuan ke Papua, terutama ke daerah-daerah agar bisa diawasi," ujarnya.

Dalam pertemuan itu, DPR Papua juga berdiskusi. Bertukar pikiran dengan Rot. Dubes Belanda memberikan banyak masukan kepada DPR Papua terutama dalam kapasitas dewan. Untuk penguatan good government dan mengawasi jalannya roda pemerintahan di Papua.

Terpisah, legislator Papua, Natan Pahabol kepada Jubi mengatakan, Dubes Belanda perlu menindaklanjuti berbagai hal yang disampaikan kepadanya. Baik itu mengenai situasi politik, HAM, kesehatan, pendidikan dan lainnya.

"Harus ada tindaklanjut. Tidak hanya datang. Kalau maiu memberikan bantuan ada LSM dan gereja. Perlu dilibatkan. Tidak hanya pemerintah. Pemerintah hanya masalah administrasi. Apalagi orang Papua inikan seakan tidak percaya kepada Belanda. Ini karena sejarah panjang Papua," kata Natan. (*)

Sebelumnya

Komnas HAM Papua kunjungi Jemmy Magay dkk

Selanjutnya

Pelapor Khusus PBB bidang lain dinanti ke Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua