PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Solpap putar film perjuangkan hak mama-mama 
  • Selasa, 04 April 2017 — 14:05
  • 492x views

Solpap putar film perjuangkan hak mama-mama 

Kegiatan yang digelar di Jalan Biak, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (1/4/2017), pukul 7 – 9 malam itu melibatkan band Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, komunitas Papuansphoto, mahasiswa dan masyarakat. 
Suasana pemutaran film oleh Solpap di Lingkaran Abepura, Sabtu malam – Jubi/Agus Paika
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Solidaritas Pedagang Asli Papua (Solpap) menggelar pemutaran film dokumentar dan pameran foto untuk memperjuangkan hak mama-mama Papua dalam menempati pasar baru di Jalan Percetakan, Kota Jayapura. 

Kegiatan yang digelar di Jalan Biak, Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (1/4/2017), pukul 7 – 9 malam itu melibatkan band Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, komunitas Papuansphoto, mahasiswa dan masyarakat. 

Koordinator Solpap Pdt. Dora Balubun mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk memperjuangkan hak mama-mama dalam menempati pasar, sebab kelompok kerja (Pokja) Papua bentukan Presiden Jokowi dinilai bertindak di luar hal-hal yang ditentukan. 

“Kami melihat Pokja sudah mencampuri urusan pasar. Terlalu jauh sampai dengan penempatan mama-mama dan apa yang harus dijual, serta apa yang tidak harus dijual, dsb. yang bukan tanggung jawab Pokja. Karena itu, kami menolak hal-hal seperti ini,” katanya. 

Menurutnya Solpap tak melihat Pokja Papua sebagai ancaman. Namun pokja ini dinilai melakukan hal-hal yang bukan tanggung jawab mereka. 

Koordinator kegiatan Nelius Wenda mengatakan, sebagai mahasiswa, pihaknya harus berjuang melawan sistem-sistem yang tak memihak kepada masyarakat kecil. 

“Sistem yang tidak berpihak kepada masyarakat kecil harus kita lawan. Apalagi untuk mama-mama kita yang selalu berjualan bagi anak- anaknya untuk sekolah,” katanya. 

Ketua RW 07, Kelurahan Kota Baru, Abepura, Lukas Saba mengaku prihatin atas tindakan kelompok yang mau mengambil alih perjuangan pasar mama-mama yang diperjuangkan sejak tahun 2001 ini. 

“Mama kita ditendang keluar saat pendaftaran karena tidak punya modal, seperti di Yotefa. Sekarang di pasar yang baru ini kita harus tampil menjadi pemenang,” katanya. (*)

Sebelumnya

Distan Kota Jayapura siap bekali petani PNG 

Selanjutnya

20.000 penganggur tersebar di Kota Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua