Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Domberai
  3. Jelang pesparawi kota Kaimana “dipoles” 
  • Selasa, 04 April 2017 — 14:21
  • 1305x views

Jelang pesparawi kota Kaimana “dipoles” 

“Jangan kita coba mengejar peningkatan PAD, tapi tempat usaha kita tidak kontrol. Seharusnya pemerintah mengingatkan mereka (pedagang) untuk mengurus izin usaha. Cek lokasinya di mana. Bangunan beton atau papan,” kata Lukas kepada Jubi di Kaimana, Sabtu (2/4/2017). 
Matahari terbenam di Kaimana, Papua Barat – Jubi/wikimapia.org 
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Kaimana, Jubi – Pemerintah Kabupaten Kaimana mulai menata kotanya dengan alokasi anggaran 2016 dan 2017 karena akan menjadi tuan rumah Pesta Paduan Suara Gerejawi (Perpasrawi) XII, September 2017. 

Marka jalan atau trotoar di pinggir jalan mulai “dipoles” untuk memanjakan mata pengungjung atau peserta Pesparawi. Pemkab Kaimana juga membuat tempat santai agar pengunjung “Kota Senja” ini dapat menikmati matahari terbenam. Di jalan-jalan, selain diaspal, juga dipasang lampu-lampu jalan. 

Tokoh muda Kampung Baru, Distrik Kaimana, Lukas berpendapat, pemerintah setempat seharusnya tidak hanya memperacantik kotanya, tetapi juga menertibkan pedagang di jalan poros utama Utarom. 

“Jangan kita coba mengejar peningkatan PAD, tapi tempat usaha kita tidak kontrol. Seharusnya pemerintah mengingatkan mereka (pedagang) untuk mengurus izin usaha. Cek lokasinya di mana. Bangunan beton atau papan,” kata Lukas kepada Jubi di Kaimana, Sabtu (2/4/2017). 

Ia mengatakan, jangan menyalahkan masyarakat dan membongkar lapak-lapaknya. Namun demikian harus dikordinasikan dngan baik dengan instansi-instansi terkait. 

“Jangan PU tetap kasih keluar Izin Mendirikan Bangunan (IMB) tapi BAPPEDA masih mengodok untuk menyempurnakan dokumen Perda RT/RW,” katanya. 

Warga Kaimana lainnya, Untung mengharapkan agar Pesparawi tidak hanya di kota saja, tetapi juga hingga ke kampung-kampung. 

“Artinya untuk kegiatan ini kalau bisa dilakukan kegiatan, seperti lomba-lomba lagu rohani sampai ke kampung, sehingga masyarakat kampung juga tahu apa itu Pesparawi. Namun itu harus sesuai dengan anggaran,” katanya. (Jacob Owen)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

RSUD Kaimana bantah pembuangan limbahnya tak berfungsi

Selanjutnya

UN hari pertama di SMK YPK Efata diikuti 117 siswa

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe