Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Igir Alqatiri: Pokja Papua seperti pahlawan kesiangan
  • Selasa, 04 April 2017 — 18:18
  • 1285x views

Igir Alqatiri: Pokja Papua seperti pahlawan kesiangan

“Apa tujuannya masuk ke pasar mama-mama Papua? Pertanyaan saya selama ini Pokja di mana? Pokja Papua seperti pahlawan kesiangan yang mengaku diri pejuang tetapi pada kenyataannya mereka tidak pernah berjuang.”
Aksi Demo Damai mama-mama Pedagang Asli Papua di taman Imbi, kota Jayapura, Papua, Senin (3/4/2017) - Jubi/Agus Pabika  
Agus Pabika
pabikaa169@gmail.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi –  Simpatisan Solpap dari kalangan penyair dan Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua angkat bicara terkait perseteruan antara Kelompok Kerja (Pokja) Papua dan  mama mama pedagang asli Papua yang tergabung dalam Solpap.

Penyair Papua Igir Alqatiri mempertanyakan tujuan Pokja Papua masuk ke pasar mama-mama Papua.

“Apa tujuannya masuk ke pasar mama-mama Papua? Pertanyaan saya selama ini Pokja di mana? Pokja Papua seperti pahlawan kesiangan yang mengaku diri pejuang tetapi pada kenyataannya mereka tidak pernah berjuang.”

Dari pengamatannya, ia menilai orang-orang seperti Pokja itu banyak di Papua.

“Buktinya begini mereka datang tiba-tiba masuk dan tidak pernah berkoordinasi duduk, bicara sama Solpap. Inikan pas kematian Alm. Rojit tiba-tiba mereka itu datang dan kita tidak pernah tahu mereka itu siapa? Orang luar, orang Jakarta yang datang coba atur-atur tong pu mama-mama Papua,” katanya.

Ia menambahkan generasi muda Papua harus mengawal ini. “Jangan biarkan orang-orang dari luar mengintervensi mengunakan segala macam cara ambil keuntungan dari mama-mama Papua itu sendiri,” tegasnya.

Sementara itu ketua Komunitas Rasta Kribo (KORK) Papua, Thedy Pekei mengatakan selama ini perjuangan dilakukan oleh Solpap. Solpap (Solidaritas Mama-mama Pedagang Asli Papua) dibagun beberapa organisasi masyarakat seperti dari gereja, kepemudaan dan Pers yang peduli dengan penderitaan mama-mama Papua.

“Bukan  seperti yang disebut Yudith bahwa organisasi kiri. Apakah dia mau bilang gereja di Papua berhaluan kiri?” tegasnya.

Thedy meminta instansi pemerintah, BUMN atau kelompok-kelompok kerja yang ingin membantu mama-mama pedagang Papua, harus memahami kondisi psikologi mama-mama tersebut.

“Selama ini Solpap yang mendampingi. Sebaiknya mereka berkoordinasi dengan Solpap sebelum pasar dibuka secara resmi,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Legislator akan minta masyarakat palang jalan trans Papua

Selanjutnya

Kejari didesak tahan tersangka dugaan korupsi pelabuhan Depapre

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe