Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. ICMI sesalkan negara Pasifik persoalkan Papua Barat
  • Kamis, 29 September 2016 — 20:51
  • 2054x views

ICMI sesalkan negara Pasifik persoalkan Papua Barat

"Negara-negara Pasifik jangan turut campur urusan dalam negeri Indonesia, dengan pernyataan provokatif agar Papua Barat dibebaskan menentukan nasibnya sendiri," kata Priyo.
Wakil Ketua ICMI Priyo Budi Santoso - tempo.co
ANTARA
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jakarta, Jubi -  Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) mengecam pernyataan para pemimpin negara-negara Pasifik kepada masyarakat Provinsi Papua Barat supaya keluar dari Indonesia dan kemudian memerdekakan daerah itu menjadi negara tersendiri.

Wakil Ketua ICMI Priyo Budi Santoso dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Kamis (29/9/2016), menuduh para pemimpin negara Pasifik mengeluarkan pernyataan bahwa telah terjadi hal-hal yang buruk di Papua Barat.

"Negara-negara Pasifik jangan turut campur urusan dalam negeri Indonesia, dengan pernyataan provokatif agar Papua Barat dibebaskan menentukan nasibnya sendiri," kata Priyo.

Perdana Menteri Solomon Islands, Manasye Sogavere, menyatakan telah terjadi pelanggaran HAM di Papua Barat sehingga mendesak masyarakat supaya menentukan nasibnya sendiri melalui referendum yaitu dengan tetap di dalam kerangka NKRI atau memisahkan diri.

Priyo menegaskan Provinsi Papua Barat adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Indonesia sehingga kalau ada masalah maka yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan adalah Pemerintah Indonesia sendiri bukan negara lain.

"Jika pun ada masalah di Papua Barat, maka Pemerintah Indonesia yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut".

Menurut mantan Wakil Ketua DPR tersebut mengungkapkan secara terang-terangan negara di kepulauan Pasifik itu telah mengusik dan ikut campur urusan dalam negeri Indonesia dalam forum resmi PBB.

"Tak sepatutnya sebagai negara tetangga, mereka melakukan hal tersebut karena masalah Papua Barat adalah persoalan internal di Indonesia sebagai negara berdaulat dan sebagai anggota PBB," menurut Priyo.

Ia mendesak Pemerintah Indonesia untuk secara tegas mengecam tindakan provokatif negara-negara Pasifik terhadap Papua Barat.

Dalam sikap ICMI adalah jelas bahwa NKRI harga mati dan Papua Barat bagian dari NKRI sehingga harus dijaga kedaulatannya dalam wilayah NKRI. (*)

loading...

Sebelumnya

Jika tuduhan Pasifik keliru, Indonesia diminta menerima kunjungan Pelapor Khusus PBB ke Papua

Selanjutnya

Papua siap menjadi tuan rumah PON XX 2020

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe