Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Saireri
  3. Daging babi asal Manado di pasar Nabire, pedagang lokal mengeluh
  • Kamis, 06 April 2017 — 13:56
  • 1763x views

Daging babi asal Manado di pasar Nabire, pedagang lokal mengeluh

“Ini yang membuat daging kami kurang laku,” kata Luis, seorang penjual daging babi saat ditemui Jubi di Pasar Karang Tumaris, Rabu (5/4/2017).
Luis, penjual daging babi di pasar karang tumaritis Nabire – Jubi/Titus
Titus Ruban
titus@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Nabire, Jubi – Semakin maraknya daging babi dari luar Kota Nabire seperti Manado, Sulawesi Utara yang diperdagangkan di Pasar Karang Tumaris Nabire, Papua dikeluhkan para pedagang daging lokal.

Harga daging babi dari Manado yang dijual Rp70 ribu per kilogram membuat daging babi lokal yang dijual senilai Rp80 ribu per kilogram sulit bersaing.

“Ini yang membuat daging kami kurang laku,” kata Luis, seorang penjual daging babi saat ditemui Jubi di Pasar Karang Tumaris, Rabu (5/4/2017).

Luis bertutur, sebelumnya daging jualannya ini sangat laku tetapi setelah ada yang datangkan dari manado maka sangat mempengaruhi jualannya. “Akhirnya jualan kami merosot tajam. Biasanya satu hari kami potong dua sampai tiga ekor dan habis terjual, tetapi sekarang ini satu ekor saja. Itupun susah habis,” katanya.

Dikisahkan, pernah pihak karantina rutin melakukan razia di kapal-kapal yang masuk ke Kota Nabire. “Saat razia, para penjual daging babi Manado menghentikan berjualan. Dan jualan kami laku. Tapi sudah lama tidak ada razia lagi,” tuturnya.

Ia berharap pemerintah dapat memperhatikan mereka. Mulai dari perdagangan daging antar pulau dan juga tempat berjualan yang layak.

“Kami di sini bayar pajak, baik harian maupun bulanan. Tapi bangunan tempat jualan ini, kami buat sendiri. Bukan bangunan dari pemerintah,” jelasnya.

Di tempat yang sama, seorang penjual lainnya  Anis mengatakan daging Babi Manado masuk ke Kota Nabire secara ilegal dan bukan melalui perizinan yang resmi.

“Biasanya di dalam kontener itu izinnya sayur atau gula merah. Mereka selip daging babi di situ. Jadi ini soal pengawasan yang kurang,” sesalnya.

Mengenai sepi dan ramai dalam berjualan itu soal rezeki, kata Anis. Namun ia berharap pedagang lokal seharusnya bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah daerah.

“Kalau mau legalkan mereka buat aturan yang jelas. Jangan hanya berat sebelah,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pemkab Biak biayai UN Rp2,3 miliar

Selanjutnya

Tak ada tempat mama-mama terpaksa jualan di terminal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe