close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Perusahaan tambang Kanada didesak selesaikan kasus kekerasan
  • Kamis, 06 April 2017 — 14:32
  • 1364x views

Perusahaan tambang Kanada didesak selesaikan kasus kekerasan

Sebuah organisasi pembela hak asasi manusia dari Amerika Serikat (AS) mendesak agar perusahaan tambang emas asal Kanada harus bertanggung jawab mengusut kasus pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa para penduduk desa di sekitar areal tambang emas milik mereka.
Para penambang emas di Porgera/RNZI
RNZI
Editor : Lina Nursanty

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Porgera, Jubi – Sebuah organisasi pembela hak asasi manusia dari Amerika Serikat (AS) mendesak agar perusahaan tambang emas asal Kanada harus bertanggung jawab mengusut kasus pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa para penduduk desa di sekitar areal tambang emas milik mereka.

Menurut keterangan yang dihimpun oleh organisasi HAM setempat, Asosiasi Akali Tange, polisi telah memerkosa dan menyiksa penduduk desa serta membakar rumah-rumah mereka selama operasi keamanan di sekitar tambang Porgera.

Asosiasi ini menuduh pemilik tambang emas Barrick Gold yang memerintahkan operasi keamanan ini akhir bulan lalu.

Perusahaan tambang emas itu membantah segara tuduhan yang ditujukan kepada mereka atas kasus tersebut. Namun, Direktur Klinik Hak Asasi Manusia di Sekolah Hukum Columbia, Sarah Knuckey mengatakan penyelidikan lebih lanjut harus dilakukan. “Perusahaan Barrick Gold harus segera membuat pernyataan mengutuk tindakan kekerasan dan khususnya pembakaran rumah-rumah warga desa dan pemerkosaan yang terjadi. Mereka juga seharusnya menghentikan bantuan dan dukungan kepada polisi lokal,” ujar Sarah.

Ia menambahkan, investigasi independen terhadap operasi ini harus segera dilakukan dan temuan-temuannya nanti harus diumumkan kepada publik.

Diragukan

Upaya perusahaan tambang emas Barrick Gold untuk membantah segala tuduhan itu sulit dipercaya dan sangat diragukan. Asosiasi Akali Tange bersikukuh bahwa perintah untuk membumihanguskan pedesaan di sekitar areal tambang yang dilakukan polisi adalah perintah perusahaan. Mereka berdalih telah menerima laporan warga terkait pemerkosaan dan penyiksaan oleh polisi.

Namun Barrick Gold membantah keterlibatan mereka seraya berkata bahwa operasi tersebut dilakukan atas perintah pengadilan karena terbukti di daerah tersebut ada aktivitas ilegal.

Juru bicara Mining Watch Kanada, Catherine Coumans mengatakan bahwa bantahan itu sulit dipercaya. “Para anggota polisi ini datang ke sana melakukan operasi di bawah kesepakatan dengan perusahaan. Mereka dibayar oleh perusahaan karena mereka yang menjaga areal tambang. Jadi jika perusahaan mengaku tidak terlibat dalam operasi ini, artinya ada masalah karena perusahaan membiarkan hal ini terjadi,” ujarnya.

Catherine menambahkan, saat ini para korban pemerkosaan sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan. Keadaan korban sangat memprihatinkan setelah terjadinya operasi keamanan yang sangat terkutuk itu.

Tak kurang dari 150 rumah dibakar dalam operasi tersebut. Wanita korban pemeriksaan terdiri dari delapan orang dan enam pria menjadi korban penyiksaan. Kepada organisasi pembela HAM, seorang polisi lokal mengaku bahwa operasi keamanan itu dilakukan atas perintah Barrick Gold.

Untuk membantah itu, Barrick Gold melayangkan surat keterangan bahwa tidak satu personel pun dari pihak mereka yang terlibat dalam aksi tersebut. Mereka kembali berkelit bahwa operasi itu dilakukan karena polisi menemukan obat-obatan terlarang dan aktivitas kriminal lainnya yang dilakukan di wilayah pedesaan.

Perusahaan ini lalu mengontrak satu lembaga peninjau independen yang menginvestigasi kejadian tersebut.  Berdasarkan hasil pengamatan lembaga tersebut, ujar Barrick, hanya ada 18 bangunan yang berpindah, bukan 150 rumah seperti yang dilaporkan oleh organisasi pembela HAM.

Asosiasi Akali Tange menolak mempercayai hasil pengamatan lembaga tersebut. Alih-alih percaya, mereka meminta agar proses observasi diulang dan dilakukan oleh organisasi pembela HAM yang bereputasi baik.

Dalam laman resmi perusahaannya, Barrick Gold menyatakan bahwa manajemen perusahaan telah meminta informasi lebih lanjut dari kepolisian mengenai operasi keamanan yang menimbulkan kegegeran itu dan menempatkan perusahaannya pada posisi tidak menguntungkan.

Menanggapi permintaan Barrick Gold, mantan Ketua Ombudsman Papua Nugini, Ila Geno melakukan investigasi di lapangan. “Porgera Joint Venture akan mempertimbangkan segala permohonan bantuan kemanusiaan yang mungkin dibutuhkan akibat operasi keamanan yang dilakukan kepolisian,” ujar Barrick menirukan Geno.

Perusahaan ini kini ambil jarak dari kepolisian. Mereka bahkan mencoba berkali-kali meminta klarifikasi dari pihak kepolisian terkait hubungan mereka dengan kepolisian. “Sesuai permintaan dari pemimpin masyarakat setempat dan pemerintah, Porgera Joint Venture akan membatasi bantuan bagi aktivitas kepolisian. Bantuan diberikan jika aktivitas kepolisian itu sesuai dengan kerangka penegakkan hukum dan hak asasi manusia,” tutur Barrick Gold.

Di akhir pernyataannya, Barrick Gold kembali mendesak pemerintah dan kepolisian untuk melakukan investigasi seluruh operasi keamanan di Porgera.

Terbesar

Di laman resminya, Barrick Gold Corporation mengklaim diri sebagai perusahaan tambang emas terbesar di dunia. Berkantor pusat di Toronto, Kanada, Barrick Gold memiliki tambang emas di sejumlah negara yaitu Argentina, Australia, Kanada, Chile, Republik Dominika, Papua Nugini, Peru, Arab Saudi, Amerika Serikat dan Zambia. Pada tahun 2013, perusahaan ini memproduksi 7,2 juta ons emas dan 593 juta pon tembaga.

Hingga 31 Desember 2013, cadangan mineral di areal tambang yang mereka kuasai mencapai 104,1 juta ons emas, 888 juta ons perak dan 14 miliar pon tembaga.**

loading...

Sebelumnya

Angka bunuh diri di kalangan remaja Fiji sangat tinggi

Selanjutnya

Pemilu daerah di PNG mundur setahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4944x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4318x views
Domberai |— Minggu, 21 Oktober 2018 WP | 3997x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2522x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2469x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe