Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Masyarakat Kota Jayapura diajak ubah mental “mengharapkan” 
  • Kamis, 06 April 2017 — 18:48
  • 430x views

Masyarakat Kota Jayapura diajak ubah mental “mengharapkan” 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Jayapura, Yosias Fonotaba mengatakan, masyarakat Papua umumnya dan Kota Jayapura khususnya belum siap menghadapi MEA. Para pencari kerja (pencaker) dinilainya masih memiliki mental “mengharapkan” dari pada berusaha. 
Seminar tetang MEA yang digelar oleh Para-Para Antropologi Universitas Cenderawasih di Abepura, 21 Juli 2016 – Jubi/Hengky Yeimo
Hengky Yeimo
yeimohengky@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Masyarakat Kota Jayapura diajak untuk mengubah mental “mengharapkan” dalam menghadapi era pasar bebas atau Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). 

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Jayapura, Yosias Fonotaba mengatakan, masyarakat Papua umumnya dan Kota Jayapura khususnya belum siap menghadapi MEA. Para pencari kerja (pencaker) dinilainya masih memiliki mental “mengharapkan” dari pada berusaha. 

“Kalau benar-benar mau bersaing tinggalkan hidup ketergantungan, sehingga kalau kami mau bersaing kami juga harus mempunyai keterampilan. Keterampilan yang dimiliki oleh masyarkat itu harus diolah agar menjadi potensi untuk bisa bersaing,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Rabu (5/4/2017). 

Dengan memiliki keterampilan, lanjutnya, pencaker siap bersaing dan bekerja dimana saja. 

“Mereka juga harus memegang prinsip, tanpa bimbingan dan tuntunan dari orang lain saya bisa bekerja. Niat ini yang harus dimunculkan agar ada rasa memiliki,” katanya.

Fonotaba mengatakan, jikalau keterampilan pekerja bagus, maka pemilik perusahaan menghargainya. “Kebanyak orang jatuhkan upahnya, tapi itu hal yang sangat keliru,” katanya. 

Sesuai aturan yang berlaku UMP Papua tak bisa ditawar lagi. Maka pihaknya selalu memberikan penyuluhan dan motivasi kepada para pencaker agar tekun dalam pekerjaan dan meningkatkan kompetensinya. 

“Dengan semakin banyaknya jumlah pencaker susah untuk kami memproteksi orang-orang ini, sebab sudah diberlakukan secara nasional untuk MEA itu sendiri,” katanya. 

Antropolog Universitas Cenderawasih, Enos Rumansara mengatakan, orang Papua belum siap menghadapi era pasar bebas di negara-negara ASEAN. 

Menurut dia MEA merupakan ancaman yang perlu didiskusikan dan disikapi untuk menyiapkan SDM yang mumpuni dan bisa diandalkan. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Bupati Jayapura: ada upaya kriminalisasi terhadap kadistrik 

Selanjutnya

Jajaki sisters city bagian perbatasan fokus pada isi MoU

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe