PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Penkes
  3. 110 ekor babi di Jayapura mati diserang hok kolera
  • Kamis, 06 April 2017 — 19:09
  • 483x views

110 ekor babi di Jayapura mati diserang hok kolera

“Di Kampung  Nendali ada 50 babi yang mati, Kampung Harapan 10,  dan Kampung Yokari 50, tapi yang di Kampung Yokari itu masih dicek, kemungkinan babi tersebut makan potas sisa pembuangan di laut,” katanya ketika dikontak Jubi, Kamis (6/4/2017).
Tim kesehatan hewan Kabupaten Jayapura sedang memeriksa babi yang mati – Jubi/ Ist.
Yance Wenda
yan_yance@ymail.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Sentani, Jubi – Kepala Bidang Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian Kabupaten Jayapura, dokter hewan (drh) Adrsina Wompere mengatakan, sebanyak 110 babi ternak terserang hok kolera di tiga kampung di Kabupaten Jayapura.

“Di Kampung  Nendali ada 50 babi yang mati, Kampung Harapan 10,  dan Kampung Yokari 50, tapi yang di Kampung Yokari itu masih dicek, kemungkinan babi tersebut makan potas sisa pembuangan di laut,” katanya ketika dikontak Jubi, Kamis (6/4/2017).
 
Wompere menjelaskan, mendapatkan informasi dari pemilik ternak dari Kampung Nendali yang datang ke kantornya. Ia juga menginformasikan hal yang sama juga terjadi di kampung sebelah danau. Setelah dicek ke lokasi ternyata disebabkan hok kolera.
 
Agar wabah tak menyebar ke ternak lain harus diberikan vaksin. Namun stok vaksin di kantornya sedang kosong. Perlu pengadaan dulu dan diperkirakan baru minggu depan tersedia.
 
“Untuk menangani penyakit hok kolera ini kan butuh vaksin dan kita punya vaksin sudah tidak ada, jadi kita sedang pengadaan dan saya sudah koordinasi dengan Dinas Pertanian Provinsi Papua yang akan meminjamkan,” katanya.
 
Ia mengaku belum mengetahui penyebab hok kolera. Namun kemungkinan karena perpindahan babi dari kota ke kampung di sekitar Kabupaten Jayapura, karena kejadian awal tahun.
 
“Kemungkinan ada yang bawa masuk babi dari kota atau tempat lain, itu kami telusuri tapi tidak tahu dari mana asalnya, yang jelas penularan dari satu ternak ke ternak yang lain,” ujarnya.
 
Pada awal Maret, kata Wompere, timnya pernah ke tiga kampung setelah kepala kampung melaporkan ada babi yang mati. Dari pemeriksaan babi-babi itu memakan sisa potasium yang digunakan untuk meracun ikan. Ini sudah dilakukan pengendalian.

Pemilik babi di Komba, Syarli mengaku babinya lima ekor mati semua, dari induk sampai anak. Hal yang sama juga terjadi pada tetangganya. (*)
 

Sebelumnya

Terbitkan buku sastra, Dinas apresiasi 10 pelajar SMAN 2 Jayapura

Selanjutnya

UNBK tiga SMK di Kabupaten Jayapura berjalan lancar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua