PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Penkes
  3. Ijazah tak terdaftar, 12 siswa SMK di Kota Jayapura batal ikut UNBK
  • Kamis, 06 April 2017 — 19:17
  • 1007x views

Ijazah tak terdaftar, 12 siswa SMK di Kota Jayapura batal ikut UNBK

“Total ada 12 siswa, mereka ini ijazah SMP-nya tidak terdaftar di Kemendikbud, akhirnya dieliminasi atau dibatalkan keikutsertaannya dalam pelaksanaan UNBK tahun ini,” kata Nurhadi.
Suasana UNBK di SMKN 2  Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Sial bagi 12 siswa-siswi kelas XII di sejumlah SMK di Kota Jayapura tidak bisa mengikuti Ujian Nasional karena ijazah mereka terbukti tidak tidak terdaftar di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Kepala Bidang SMA/SMK Kota Jayapura, Nurhadi kepada Jubi, Kamis (6/4/2017) melalui pesan singkat mengatakan, di SMKN 2 Jayapura ada 4 siswa, SMKN 3 Jayapura ada 4 siswa, SMKN 5 ada 2 siswa, dan SMKN Kesehatan 2 orang.
 
“Total ada 12 siswa, mereka ini ijazah SMP-nya tidak terdaftar di Kemendikbud, akhirnya dieliminasi atau dibatalkan keikutsertaannya dalam pelaksanaan UNBK tahun ini,” kata Nurhadi.
 
Nurhadi mengatakan, soal para siswa tersebut memiliki ijazah palsu atau tidak bukan wewenang lembaganya. Ia hanya menyarankan mereka yang tidak memiliki ijazah SMP ikut program Paket B.
 
“Ini arahan yang selalu kami berikan kepada sekolah,” ujarnya.
 
Dengan kasus tersebut, Nurhadi berharap semua sekolah di Papua, khususnya Kota Jayapura untuk lebih teliti saat penerimaan siswa dan minimal saat ujian kenaikan kelas ijazah para peserta didik sudah terkumpul dan bisa dilihat keabsahan ijazah mereka.
 
“Jika ada siswa yang tidak bisa mengumpulkan ijazahnya maka siswa tersebut harus diberhentikan karena tidak memiliki bukti lulus SMP,” katanya.
 
Ia meminta diberi tenggat waktu pengumpulan ijazah 11 bulan bagi siswa baru untuk menimbang ada yang menamatkan SD atau SMP di pedalaman. Waktu 11 bulan cukup untuk melengkapi data para peserta didik.
 
Kepala Bidang Pembina SMA Dinas Pendidikan Provinsi Papua, Albert Latang kepada Jubi beberapa waktu lalu mengatakan, jika ada  instansi atau oknum yang mengelurkan ijazah palsu agar segera dilaporkan ke pihak berwajib (kepolisian). (*)

Sebelumnya

UNBK tiga SMK di Kabupaten Jayapura berjalan lancar

Selanjutnya

Yohana: kekerasan terhadap anak di Papua harus diputus

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua