Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Ekonomi
  3. BI: Perbankan masih anggap pertanian berisiko tinggi
  • Jumat, 07 April 2017 — 08:00
  • 1585x views

BI: Perbankan masih anggap pertanian berisiko tinggi

"Perbankan beranggapan, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam menyalurkan kredit pertanian, salah satunya faktor cuaca atau musim yang bisa berdampak pada gagal panen," ujarnya di Jayapura, Kamis (6/4/2017).
Penjual sayur hasil pertanian di Jayapura –Jubi/ Yance Wenda.
ANTARA
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi - Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Papua Joko Supratikto mengungkapkan, perbankan masih menganggap sektor pertanian memiliki risiko tinggi untuk dilakukan pembiayaan, sehingga persentasenya pada total penyaluran kredit masih tergolong kecil dibanding sektor lainnya.

"Perbankan beranggapan, ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan dalam menyalurkan kredit pertanian, salah satunya faktor cuaca atau musim yang bisa berdampak pada gagal panen," ujarnya di Jayapura, Kamis (6/4/2017).

Ia mengatakan, meski sudah ada jaminan asuransi bagi sektor pertanian oleh pemerintah, namun hal ini belum membuat perbankan memandang sektor tersebut cukup aman untuk diberikan pembiayaan.

"Masih sedikit perbankan memandang bagi mereka sektor yang aman untuk memberikan kredit," katanya.

Menurut dia, kalaupun ada penyaluran kredit di sektor pertanian, itu masih masuk dalam kategori mikro atau kecil.

"Tapi mereka tetap memberikan melalui jalur KUR (Kredit Usaha Rakyat), memang kreditnya tidak terlalu besar, hanya sampai Rp25 juta," ujarnya lagi.

Joko mengimbau untuk bisa mengakses layanan kredit dalam jumlah besar, pengusaha pertanian harus mensinergikan dengan unit usaha yang lain, dengan kata lain bukan hanya mengandalkan produktivitas, juga harus mengembangkan dalam bentuk olahan.

Sebagai informasi kredit untuk sektor pertanian, kehutanan dan perikanan di Papua pada 2016 telah tersalurkan Rp709 miliar dari total kredit Rp23,991 triliun. (*)

loading...

Sebelumnya

BPJS Kesehatan mulai berlakukan sistem kapitasi di Papua

Selanjutnya

Bulog baru salurkan rastra 11,43 persen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat