Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Ujian paket A bagi 91 anak suku Korowai batal dilaksanakan
  • Jumat, 07 April 2017 — 18:13
  • 1563x views

Ujian paket A bagi 91 anak suku Korowai batal dilaksanakan

Penanggungjawab ujian paket A anak-anak Korowai, Sergius Womsiwor kepada Jubi Kamis (6/4/2017) menjelaskan, Kemendikbud sudah memberikan banyak kemudahan guna penyelenggaraan pendidikan formal maupun non formal bagi anak-anak di sana. Namun, tidak ditanggapi  baik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boven Digoel, Rufus Burokh.
Masyarakat Boven Digoel saat menggelar tarian adat beberapa waktu lalu – Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Yuliana Lantipo

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Pelaksanaan ujian paket A bagi  91 anak suku  Korowai di Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, batal dilaksanakan. Padahal, merupakan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Penanggungjawab ujian paket A anak-anak Korowai, Sergius Womsiwor kepada Jubi Kamis (6/4/2017) menjelaskan, Kemendikbud sudah memberikan banyak kemudahan guna penyelenggaraan pendidikan formal maupun non formal bagi anak-anak di sana. Namun, tidak ditanggapi  baik oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boven Digoel, Rufus Burokh.

Padahal, lanjut Sergius, Bupati  Boven Digoel telah memberikan dukungan penuh dan meminta pelaksanaan ujian bagi anak-anak Korowai harus dilaksanakan. “Pak Bupati Benediktus Tambonop sudah bersurat langsung ke Kemendikbud agar ujian paket tetap dijalankan. Tetapi, kepala dinasnya ngotot seperti tak merespon,” ujarnya.  

Ditanya alasan pembatalan, Sergius mengatakan pihak dinas pendidikan berdalih karena belum ada persiapan matang. “Terus terang, kebijakan kepala dinas, sangat disesalkan. Karena tidak berpihak kepada anak-anak Korowai yang nota bene harus mendapatkan perhatian dalam bidang pendidikan,” tuturnya.

Ujian paket A itu seharusnya dilaksanakan pekan lalu. Namun dibatalkan sepihak meski semua administrasi telah diselesaikan. “Kalau dari Kemendikbud tak ada permasalahan. Justru yang membatalkan adalah Kadis Pendidikan Boven Digoel,” tegasnya.

Dia berharap sekiranya bupati memberikan teguran kepada stafnya di tingkat bawah yang tak melaksanakan perintah atasan. Apalagi program dimaksud adalah dari Kemendikbud.

“Saya memperjuangkan pendidikan  ini bersama Direktur PT Silva Lestari Papua. Karena  dalam melaksanakan misinya, mereka melakukan pendampingan bersama masyarakat Suku Korowai dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Wakil Bupati Boven Digoel, Chaerul Anwar beberapa waktu lalu mengatakan, salah satu visi-misi yang dipriorioritaskan untuk dijalankan dalam masa kepemimpinan bersama bupati adalah bidang pendidikan. Dimana mendorong para guru ke kampung-kampung agar dapat melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya.

“Kita akui bahwa pendidikan belum berjalan maksimal di kampung-kampung karena kekurangan tenaga guru. Namun, dari waktu ke waktu akan terus dilakukan pembenahan,” tuturnya. (*) 

loading...

Sebelumnya

Polisi yang menyewa rumah akan tempati rusun

Selanjutnya

15 hektar lahan padi milik OAP di kampung Waninggap Nanggo siap dipanen

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe