Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Yotam Wakum: demo sah-sah saja tapi jangan ada “pesan sponsor”
  • Sabtu, 08 April 2017 — 01:28
  • 2303x views

Yotam Wakum: demo sah-sah saja tapi jangan ada “pesan sponsor”

Forum Peduli Kawasa Byak (FPKB) dan aliansi mahasiswa Biak Numfor dan Mamberamo Raya, Kamis (6/4/2017) mendatangi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Papua, Polda dan Kejati Papua.
Yotam Wakum bersama Mama Yustince Mebri – Jubi/Jean Bisay
Jean Bisay
Editor : Admin Jubi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Jayapura, Jubi – Tokoh pemuda Biak Numfor, Yotam Wakum menyikapi bijak demo menuntut Polda Papua menahan bupati Thomas Ondi.

Yotam Wakum menyatakan Undang-Undang menjamin setiap warga Negara berhak  menyampaikan pendapat di muka umum, tapi secara elegan tidak boleh ada intervensi dari siapa pun.

“Bagi saya demo itu sah-sah saja. Sepanjang tidak ada pesan sponsor dan ada kepentingan-kepentingan lain di balik itu,” kata Yotam kepada Jubi, Kamis (6/4/2017) di Jayapura.

Yotam yang juga berprofesi penasehat hukum berpendapat berikan kepercayaan kepada aparat penegak hukum bekerja secara profesional  melakukan penyelidikan terhadap dugaan korupsi dimaksud.

“Ini baru sebatas dugaan jadi mari kita serahkan dan beri kepercayaan proses hukum dijalankan,” imbaunya.

Ia meminta semua pihak memberi kepercayaan kepada Thomas Ondi selesaikan tugasnya. Penilaian dia selama 3,5 tahun memimpin ada perubahan dan laju pembangunan.

“Pembangunan mulai dinikmati masyarakat dari kota hingga ke kampung-kampung. Luar biasa perhatian dari bupati Thomas Ondi selama memimpin Biak,” ujarnya.

Yotam mengajak FPKB dan adik-adik mahasiswa, berikan dukungan kepada Thomas Ondi menjalankan tugas melayani masyarakat, tapi juga menyelesaikan tugasnya sebagai kepala pemerintahan.

Forum Peduli Kawasa Byak (FPKB) dan aliansi mahasiswa Biak Numfor dan Mamberamo Raya, Kamis (6/4/2017) mendatangi Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Papua, Polda dan Kejati Papua.

Mereka menuntut bupati Thomas Ondi ditahan dikarenakan Polda Papua pada Desember 2016, telah menetapkannya sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi dana APBD kabupaten Mamberamo Raya tahun 2012 dan 2013 dengan kerugian negara senilai Rp84 miliar.

“Apalagi pada awal Januari lalu, yang bersangkutan tidak hadir saat dipanggil oleh kepolisian,” ungkap koordinator demo John Mandibo. (*) 

loading...

Sebelumnya

Warga keluhkan pemadaman listrik PLN yang tak terjadwal

Selanjutnya

BFC datangi DPRD Nabire keluhkan pemadaman listrik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe