PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Penkes
  3. UP2KP: dana afirmatir tenaga kesehatan di Keerom sudah dibayar
  • Minggu, 09 April 2017 — 18:12
  • 648x views

UP2KP: dana afirmatir tenaga kesehatan di Keerom sudah dibayar

Berdasarkan hasil investigasi Tim UP2KP yang turun ke Keerom dan Sarmi pada Kamis (6/4/2017), pelayanan kesehatan di puskemas dan rumah sakit di wilayah itu kini sudah kembali normal.
Ketua Tim UP2KP Darwin Rumbiak saat berdialog dengan petugas kesehatan di Arso Barat, Kabupaten Keerom, Kamis (6/4/2017) – Jubi/Ist.
Roy Ratumakin
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Syofiardi

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1
 
Jayapura, Jubi – Unit Percepatan Pembangunan Kesehatan Papua (UP2KP) mengapresiasi sikap tanggap cepat Pemerintah Kabupaten Keerom, Papua dalam mengatasi kasus mogok kerja tenaga kesehatan (nakes) yang menuntut pembayaran dana afirmatif dan insentif.
 
Berdasarkan hasil investigasi Tim UP2KP yang turun ke Keerom dan Sarmi pada Kamis (6/4/2017), pelayanan kesehatan di puskemas dan rumah sakit di wilayah itu kini sudah kembali normal.
 
Ketua Tim UP2KP untuk Keerom, Darwin Rumbiak mengatakan, pantauan pihaknya yang turun ke Keerom, dua Puskesmas yang diberitakan media melakukan mogok kerja yakni Puskesmas Arso Barat dan Arso III ternyata hanya dua hari saja. Sebab Rabu (22/3/2017) malam saat berdemonstrasi, Bupati Keerom memerintahkan Dinas Kesehatan untuk langsung membayar hak para petugas kesehatan.
 
“Kami bertemu pihak Dinkes dan turun ke Puskesmas, hanya di Arso Barat yang sempat mogok dua hari, saat demonstrasi langsung dibayar, esoknya pelayanan Puskesmas dibuka, kita apresiasi Bupati Keerom yang langsung memerintahkan untuk pembayaran hak nakes, kami meminta Dinkes untuk belajar dari kejadian ini agar tidak terulang,” kata Darwin.
 
Muhijar, mantan Plt. Kepala Puskesmas Arso III mengatakan, sebanyak 40-an tenaga kesehatan di Faskes-nya sudah menerima dana itu. Dana afirmatif yang diterima PNS golongan III Rp5,1 juta sedangkan golongan II Rp4,8 juta.
 
“Awalnya kami tidak tahu ada dana itu,kami dengar dari teman-teman di Puskesmas Arso Barat, katanya tinggal kami yang belum dibayar, jadi kami sepakat demo menuntut hak kami,” kata Muhijar.
 
Kasubag Keuangan Agus Pareira kepada Tim UP2KP menjelaskan, pokok permasalahan sebenarnya dana afirmatif yang dituntut tidak dianggarkan untuk kedua Puskesmas tersebut. Sebab sesuai perencanaan, dana affirmatif tunjangan tambahan untuk medik, paramedik di Kabupaten Keerom Tahun 2016 itu diperuntukkan hanya untuk 5 Puskesmas dalam DPA 2016. (*)

Sebelumnya

Yohana: kekerasan terhadap anak di Papua harus diputus

Selanjutnya

Dikeluhkan, pedagang di areal parkir Puskesmas Sentani

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua