Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Ondoafi: sulit membuat Perda sagu
  • Senin, 10 April 2017 — 14:30
  • 693x views

Ondoafi: sulit membuat Perda sagu

"Saya pikir, sulit membuat dan menerapkan Perda mengenai pelestarian sagu. Bagaimanapun, berbagai faktor menyebabkan masyarakat pemilik ulayat terkadang melepas hak ulayatnya. Misalnya faktor ekonomi dan terdesak kemajuan pembangunan," kata Kaway pekan lalu.
Ilustrasi Hutan Sagu - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1 

Jayapura, Jubi - Ondoafi Kampung Bambar, Distrik Waibu, Doyo Lama, Kabupaten Jayapura, Papua, Orgenes Kaway menyatakan sulit menerapkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jayapura No.3/2000 terkait pelestarian sagu.

Ia mengatakan, bicara hutan sagu, erat kaitannya dengan hak ulayat. Hak ulayat ini bukan milik pemerintah, tapi masyarakat adat. Baik per orangan maupun suku marga. Tidak mungkin membatasi pemilik ulayat terhadap tanah ulayatnya.

"Saya pikir, sulit membuat dan menerapkan Perda mengenai pelestarian sagu. Bagaimanapun, berbagai faktor menyebabkan masyarakat pemilik ulayat terkadang melepas hak ulayatnya. Misalnya faktor ekonomi dan terdesak kemajuan pembangunan," kata Kaway pekan lalu.

Menurut legislator Papua dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu, yang perlu dilakukan pemerintah, menumbuhkan kesadaran masyarakat pentingnya melestarikan hutan sagu. Mengajak masyarakat menjaga hutan sagu di area-area tertentu.

"Tapi pemerintah harus benar-benar menujukkan kepeduliannya terhadap pelestarian pohon sagu. Harus ada keseriusan. Kalau mau bikin program, jangan hanya satu dua bulan. Harus bekelanjutan. Apalagi namanya budidaya sagu, Harus rutin," ujarnya.

Legislator Papua lainnya, Mustakim mengatakan, kini hutan sagu di Papua semakin berkurang luasanya. Tergerus pembangunan gedung, ruko, pemukiman warga hingga infrastruktur jalan.

"Setiap tahun pohon sagu terus tergerus. Sedang upaya mengganti pohon sagu yang hilang sangat minim. Pemerintah perlu menempatkan pohon sagu sebagai kearifan lokal di Papua," kata Mustakim belum lama ini.

Menurutnya, masyarakat juga harus menyadari, sagu merupakan makanan pokok orang Papua sejak zaman nenek moyang. Sebelum orang Papua mengenal beras.

"Pemerintah perlu menggalakkan pengembangan industri pengolaan sagu dengan skala besar," ujarnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kapolda Papua diminta tarik Brimob dari Nduga

Selanjutnya

50 tahun KK Freeport, konflik, pelanggaran HAM hingga perebutan saham

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe