Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kasus HAM Papua, Presiden Jokowi dianggap hanya berikan janji tanpa kelanjutan
  • Jumat, 30 September 2016 — 17:12
  • 1256x views

Kasus HAM Papua, Presiden Jokowi dianggap hanya berikan janji tanpa kelanjutan

”Presiden tidak punya grand design dan time frame penyelesaian kasus HAM di Papua, sehingga tidak ada proses yang berjalan,” kata dia.
Kantor Komnas HAM RI - Dok. Jubi
Victor Mambor
Editor :
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Jayapura, Jubi - Komisioner Komisi Nasional HAM (Komnas HAM) Natalius Pigai, kepada Tempo, Kamis (29/9/2016)  mengatakan Presiden Indonesia, Jokowi hanya memberi janji untuk menyelesaikan kasus HAM di Papua tanpa ada kelanjutannya.

”Presiden tidak punya grand design dan time frame penyelesaian kasus HAM di Papua, sehingga tidak ada proses yang berjalan,” kata dia.

Pernyataan Natalius ini menanggapi pernyataan enam negara Pasifik dalam sidang majelis Umum PBB tentang situasi HAM di Papua. Menurutnya, negara-negara Pasifik ini lebih peka melihat Papua.

Ia pun mengingatkan Indonesia agar tidak meremehkan negara-negara Pasifik yang mengangkat isu HAM Papua di tingkat internasional.

Presiden Jokowi, tampaknya tidak peka terhadap persoalan HAM yang terus melilit hubungan Indonesia dengan orang Papua. Insiden Paniai yang menewaskan empat orang siswa di awal Desember 2016 bisa menjadi salah satu contoh ketidakpekaan Presiden Indonesia ini.

Saat berkunjung ke Papua pada Mei 2015, Presiden Jokowi tak bisa menjawab pertanyaan wartawan mengenai kelanjutan penuntasan insiden Paniai ini. Ditanya dua kali dalam kesempatan berbeda, jawaban Presiden Jokowi tetap sama, “akan dijawab nanti.”

“Nanti setelah ini jawabannya, urusan ini dulu (pemberian grasi-red)” kata Presiden Jokowi ketika ditanyakan tentang penyelesaian kasus Paniai oleh Jubi, dalam sesi tanya jawab dengan wartawan ketika pemberian grasi pada lima tahanan politik Papua di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Abepura, Jayapura, Sabtu (9/5/2015).

Usai pemberian grasi kepada lima tahanan politik Papua, pertanyaan yang sama diajukan lagi oleh Jubi dalam wawancara tersendiri kepada Presiden Jokowi.

“Jawabannya nanti, jangan sekarang saya jawab. Kalau sekarang saya jawab, nanti pemberian grasi ini “tenggelam”,” ujar Presiden Jokowi. (*)

loading...

Sebelumnya

PNG : Masalah HAM Papua harus ditangani oleh PBB atau MSG

Selanjutnya

Mahasiswa Papua di Bandung bahas “penindasan rakyat Papua”

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6110x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5712x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3796x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe